Ia terpilih menjadi "Miss Universe Jepang", tapi warga Jepang mempertanyakan ke-Jepangannya. Mengapa? Karena Ariana Miyamoto terlahir dari seorang ibu Jepang dan ayah Afrika Amerika.
Dengan darah blasterannya, Miyamoto masuk golongan yang di Jepang dikenal dengan istilah 'Hafu' alias bukan orang asing tapi juga tidak sepenuhnya Jepang. Dan ini, menurut para pengguna media sosial di Jepang Miyamoto tak layak menyandang gelar Miss Jepang.
"Aku sudah tinggal di Jepang sepanjang hidupku, tapi jika aku mengatakan saya orang Jepang, mereka tidak percaya," kata Miyamoto dalam sebuah wawancara dengan BBC.
Ia menambahkan, mungkin apa yang dialaminya terdengar aneh.
"Tapi kami, anak-anak berdarah campuran perlu kata ini' Hafu'. Ini memberi kita identitas," tegasnya.
Mengantongi gelar ratu kecantikan memaksa Miyamoto menghadapi komentar negatif di media sosial.
"Itu membuat saya tidak nyaman untuk mengatakan dia mewakili Jepang" tulis seorang warga Jepang di akun Twitternya.
"Apakah baik-baik saja untuk memilih Hafu sebagai Miss Jepang?" tulis pengguna lainnya.
Anda mereka menyadari di dunia makin mengglobal mungkin akan makin mudah ditemukan anak-anak berdarah campuran macam Miyamoto. (metro.co.uk)
Berita Terkait
-
Wanita Tuna Rungu Dinobatkan Jadi Miss Afrika Selatan, Kemenangannya Penuh Kontroversi
-
Terciduk Jadi Pelakor, Miss Jepang Carolina Lepas Mahkotanya
-
5 Fakta Menarik Pasangan Lesbian Miss Argentina dan Miss Puerto Rico: Ketemu di Kontes Ratu Kecantikan!
-
Profil Alisa Manyonok, Eks Atlet Voli Jadi Ratu Kecantikan, Sempat Dianggap Mirip Boneka Barbie, Punya Cantik Sempurna
-
Melisa Raouf, Finalis Miss England Pertama yang Ikut Kontes Kecantikan Tanpa Makeup
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali