Suara.com - Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke salah satu destinasi wisata di Banten yakni Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Kabupaten Pandeglang, meningkat setiap tahunnya.
"Pada tahun 2013 total kunjungan wisatawan ke TNUK sekitar sembilan ribuan wisatawan. Jumlah kunjungan meningkat pada 2014 menjadi sekitar 12 ribuan orang," kata Bagian Pelayanan dan Pemanfaatan Wisata Alam TNUK Amilia di Serang, Selasa.
Ia mengatakan kecenderungan kunjungan wisatawan ke lokasi habitat badak jawa tersebut setiap tahun terus meningkat. Apalagi jika didukung dengan aksesibilitas dan infrastruktur untuk menunjang pariwisata alam tersebut.
"Sebagian besar yang berkunjung itu pelajar dan mahasiswa yang melakukan kegiatan studi dan menikmati wisata alam," kata Amilia.
Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara selama kurun waktu 2014 lalu ada sekitar 3000-an wisatawan mancanegara.
"Untuk pemasukan bagi TNUK sendiri, kami menarik retribusi Rp7.500 per orang pada 'weekend' dan Rp5.500 per orang pada hari biasa," katanya.
Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke TNUK, pihaknya melakukan berbagai upaya promosi dan pameran, baik tingkat lokal, regional dan internasional.
"Memang kendalanya sarana transportasi. Saat ini kalau menuju Pulau Peucang di TNUK biayanya sekitar Rp2.800.000 per hari untuk sewa kapal. Kalau banyakan bisa ringan biayanya," katanya.
Ia mengatakan untuk bisa menikmati pemandangan alam, pantai serta udara yang bebas polusi di Pulau Peucang TNUK, wisatawan bisa menempuh perjalanan sekitar satu jam dari dermaga di Kecamatan Sumur, jika menggunakan kapal cepat.
"Kalau kapal biasa, bisa ditempuh dengan perjalanan tiga jam. Itupun kalau cuacanya bagus," kata Amilia.
Jumlah populasi badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang sebelumnya diperkirakan berjumlah 60 ekor, berkurang sekitar empat ekor karena mati pada periode 2011 sampai 2014.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Mohammad Haryono di Serang, Selasa, mengatakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan TNUK dengan menggunakan 100 kamera 'video trap' yang dimulai sejak bulan Januari hingga Desember 2014. Saat ini total minimum populasi badak jawa berjumlah sekitar 57 ekor yang terdiri dari 31 jantan dan 26 betina "Ini komposisi tidak ideal, seharusnya satu jantan empat betina. Ini yang menyebabkan pertumbuhannya lamban," kata Haryono saat Ekpose Hasil Monitoring Populasi Badak Jawa Tahun 2014, yang digelar Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama Plt Gubernur Banten Rano Karno, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B di Serang.
Menurut Haryono, dari pantauan klip yang diambil dari tahun 2011 hingga 2014 melalui kamera pengintai yang dipasang di sejumlah titik di TNUK, diketahui ada empat badak yang mati. Sementara dari 60 individu badak jawa yang pernah terekam pada monitoring sebelumnya yakni Tahun 2011 sampai 2013, sebanyak 52 individu terekam kembali.
"Saat ini, analisa kumulatif dari tahun 2011 hingga 2014, dari 60 ekor badak, empat meninggal dan kelahiran baru satu ekor. Total minimum diperkirakan ada 57 ekor," kata Haryono.
Sementara terkait penyebab matinya badak tersebut, kata Haryono, diperkirakan karena penyakit atau faktor alam lainnya. Namun dari analisa yang mengancam kehidupan badak jawa selain faktor alam, adalah binatang pemangsa lain seperti anjing hutan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu
-
4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari
-
Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!