Suara.com - Berlibur adalah cara paling efektif untuk melepas diri dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Tapi, ketika liburan itu berakhir Anda merasa berat harus melepas kenyamanan selama berlibur dan kembali ke rutinitas.
Ada beberapa hal secara bertahap yang biasanya Anda rasakan ketika kembali bekerja usai berlibur. Ada banyak orang merasa susah 'move on' usai liburan. Mengapa bisa begitu? Berikut penjelasannya:
Penolakan
Saat alarm berbunyi pukul 7 pagi pada hari pertama Anda masuk kerja setelah liburan, ini seperti masalah besar sedang menimpa Anda. Sebagian dari Anda menolak hal ini dan merasa ini tak boleh terjadi.
Penawaran
Seringkali Anda memikirkan apa yang harus dilakukan, mengulur waktu agar tidak masuk kerja secepatnya. Seperti tinggal di tempat tidur selama lima menit lagi, mengaku sakit pada kantor atau izin karena berpura-pura penerbangam Anda ditunda. Ya, nampaknya ini semua hanya mimpi.
Pengunduran diri
Tak mungkin kantor mempercayai Anda jika Anda beralasan sakit setelah pulang dari berlibur. Mereka akan terus memburu Anda agar secepatnya masuk dan menyelesaikan pekerjaan Anda yang menumpuk selama Anda cuti. Jadi, lebih baik Anda menerima realita.
Ketakutan
Membuka pintu ruangan kerja Anda, dan Anda berpikir bahwa semuanya sangat menakutkan.
Bahagia
Berpikirlah bahwa teman-teman sekantor ingin mendengar cerita bahagia Anda saat liburan. Ini akan membuat Anda lebih bersemangat.
Sisi lain
Saat mulai masuk kerja, Anda akan melihat banyaknya email masuk di kotak surat. Tentu ini akan membuat stres, dan menambah beban pikiran. Pikirkan bahwa daftar pekerjaan yang ada di email tidak hanya Anda rasakan sendiri.
Pemilihan busana
Saat berlibur, tabir surya pasti tidak pernah absen. Meski begitu, pasti ada sedikit bagian tubuh yang terpapar sinar matahari dan membuat belang. Jelas pemilihan busana kerja harus dipikirkan. Jangan memakai yang super ketat dan pendek-pendek agar nyaman.
Minum teh
Biasakan untuk membuat secangkir teh sebelum memulai pekerjaan yang berat. Ini akan membuat Anda lebih tenang.
Lupa banyak hal
Otak Anda menjadi sulit fokus untuk mengingat dan tidak bisa mengingat apapun hal-hal yang terjadi pada saat sebelum liburan. Apakah Anda harus melakukannya sekali lagi agar bisa mengingat banyak?
Kegelisahan
Anda mungkin berpikir tentang dampak liburan terhadap pekerjaan Anda. Apa gunanya berlibur ketika Anda hanya akan menjadi dua kali lebih sibuk dan dua kali lebih stres ketika kembali bekerja setelah berlibur?
Kelelahan
Anda merasa mendapatkan hari yang super panjang saat bekerja. Mungkin juga berpikir "Apakah pekerjaan selalu melelahkan ini? Apakah saya biasanya juga begitu letih?"
Penerimaan
Nah, lebih baik terima realita yang harus Anda jalani dalam hidup. Lebih baik gunakan sebaik mungkin. Dan mungkin Anda bisa melihat istirahat akhir pekan menjadi momen yang sangat berharga. Habiskan waktu akhir pekan untuk memanjakan diri seperti sedang berlibur. (metro.co.uk)
Berita Terkait
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
Liburan ke Luar Negeri Pakai Qatar Airways Malah Dapat Cashback, Ini Caranya
-
Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026
-
Tips 5 Cara Rental Mobil Aman Saat Liburan
-
Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan