Suara.com - "Burger itu aslinya bukan makanan cepat saji seperti yang banyak ditemui di Jakarta. Sejatinya, burger itu adalah gourmet yang harus dinikmati dengan benar."
Itulah misi dari Edo Wikar, pemilik The Republic of Burger (ROB). Dia ingin makanan favoritnya tersebut tidak hanya dianggap sebagai makanan cepat saji alias fast food atau malah makanan sampah alias junk food semata. Namun hidangan standar restoran kelas atas atau fine dine.
"Burger itu makanan segar yang baru diolah dan dimasak ketika ada konsumen yang memesan. Bukan makanan yang dihangatkan," katanya saat berbincang dengan suara.com beberapa waktu lalu.
Tak ayal, enam bulan pertama sejak dibukanya The Republic of Burger (RoB) pertama di kawasan Cipete, Jakarta Selatan Edo mengaku harus ada proses edukasi konsumen yang membuat usahanya
cukup seret.
"Karena banyak komplain yang masuk. Konsumen menganggap bahwa servis pelayanan ROB lama sekitar 10 hingga 15 menit," tambahnya.
Lama waktu menunggu ini karena patty atau daging untuk berbagai jenis burger yang disajikan di ROB, baru akan diolah setelah ada pemesanan. Daging yang terbuat dari 90 persen tenderloin impor dicampur 10 persen lemak tenderloin tersebut dicampur dengan bumbu rahasia racikan ROB untuk kemudian digrill.
Jadi tak ada patty beku di sini. Tapi ternyata tekad dan kesetiaan Edo untuk hanya menyajikan makanan segar inilah yang kemudian mengundang pelanggan setia. Maka setelah masa sulit itu terlewati, restoran yang kini sudah memiliki sejumlah cabang di Kemang, Bintaro, Mall Kuningan City dan Bandung.
Sekitar 40 varian burger ditawarkan ROB di berbagai cabangnya. Juga wiener (hotdog asal Jerman), olahan pasta serta side dish yang beragam. Saat bertandang ke sana, suara.com berkesempatan mencicipi salah satu menu andalan dan merupakan menu pertama racikan Edo nan rekan kerjanya, Miranda, yakni The Republican of Monster.
Durasi pemesanan hingga penyajian memakan waktu sekitar 10 menit. Namun waktu menunggu tersebut seolah terbayar ketika melihat makanan itu tersaji di atas meja. Bagaimana tidak, ukuran burger di ROB sekitar dua kali lipat dari burger biasa yang banyak dijual di pasaran. Penampilannya juga sangat menggoda.
"Kalau dihitung, satu porsi beratnya mencapai 400 gram. Dagingnya sendiri 250 gram," kata Edo.
Lapisan-lapisan burger yang membuat saya merasa 'terintimidasi' dengan ukuran burger yang lumayan jumbo. Terdiri dari bun olahan sendiri, mayonaise olahan sendiri, sayur selada, daging, tomat, bacon beef, keju, onion shreded kemudian disiram dengan saus khas ala ROB.
"Saus yang kami sajikan ada banyak jenisnya. Tapi yang bisa dipilih konsumen itu hanya saus yang sudah banyak dikenal seperti mushroom sauce, blackpepper dan barbekyu," katanya.
Karena burger yang disajikan didominasi oleh daging, saat dikunyah pun rasa daging yang juicy dan berbumbu akan mendominasi indera pengecap.
Namun yang membuat burger ROB terasa sanagt berbeda adalah onion shreded atau irisan bawang bombay yang digoreng dengan teknik deep fry. Sederhana namun mampu memberikan sensasi manis yang berbeda.
Harga olahan makanan ROB dipatok mulai dari Rp30 ribu hingga Rp90 ribu. Menu yang paling mahal adalah buffalo chicken wing dengan berat 1 kilogram.
Soal menu andalan, Edo menyebut, masing-masing cabang punya jagoan yang berbeda. Untuk daerah Kemang misalnya punya Republican of Monster, Volcano Monster dan Jack Ultimate yang mengandung minuman Jack Danielle. Sedangkan cabang Bintaro, punya Mac and Cheese burger serta Juicy Lucy sebagai andalannya.
"Kalau cabang di Bandung yang favorit itu varian yang pedas. Bahkan di sana level pedasnya hingga 10," katanya mempromosikan menunya.
Karena mengandalkan rasa makanan, maka jangan berharap banyak pada interior ROB. ROB cabang Kemang didesain sangat sederhana dengan gaya minimalis. Tidak banyak aksen maupun aksesoris yang ditambahkan pada meja. Bahkan penghias di dinding hanya berupa poster berbagai macam gambar dan kalimat-kalimat yang berhubungan dengan burger.
"Kalau soal desain, alasannya karena kami harus ketat dalam bujet," aku Edo. Ini tentu bukan masalah bagi penyuka burger, selama rasa yang ditawarkan memang menggoyang lidah bukan?
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Restoran BBQ di Jakarta, Surganya Pencinta Daging Berkualitas
-
Wajib Coba, Bintang Ayam Goreng Korea yang Sering Diburu Turis Kini Hadir di Jakarta!
-
Kejutan Kuliner: Siapa yang Menguasai Daftar Restoran Terbaik 2025?
-
6 Destinasi Kuliner Terbaik di Klaten untuk Akhir Pekan, Spesial Jika Punya Anak
-
Wajib Coba! Tenya, Restoran Tempura Legendaris Jepang, Buka Gerai Kedua di Gandaria City
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
5 Rekomendasi Conditioner Rambut Terbaik untuk Lansia, Bisa Dibeli di Indomaret
-
Terpopuler: Arti Mens Rea yang Bikin Panas Dingin hingga Istri Dilarang Jadi IRT Dalam Hukum Islam
-
Cara Mandi Junub yang Benar untuk Pria, Lengkap dengan Niatnya
-
4 Skincare Anti Aging GEUT Milik Dokter Tompi, Berapa Harganya?
-
5 Shio Ini Diprediksi Bakal Kaya Raya dan Sukses Besar di Tahun Kuda Api 2026
-
Hoki! Ini 5 Zodiak yang Bakal Kaya Raya sebelum Akhir Tahun 2026
-
5 Rekomendasi Mudik Gratis Lebaran 2026: Bisa Bareng Indomaret, Bagaimana Caranya?
-
5 Alat Kesehatan untuk Cek Gula Darah dan Kolesterol di Rumah, Mulai dari Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu On Cloud untuk Umroh, Nyaman Buat Jalan 25 Ribu Langkah per Hari
-
Cari Cushion untuk Usia 50-an? Ini 5 Pilihan untuk Samarkan Garis Halus dan Kerutan