- Ratna Wirahadikusumah menjabat sebagai Director Store Development Group McDonald’s Indonesia yang memimpin pengembangan serta konstruksi lebih dari 250 restoran.
- Ia berhasil memelopori pembangunan gerai McDonald's Ampera yang meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau dari Dinas Cipta Karya DKI Jakarta.
- Data menunjukkan kontribusi signifikan perempuan di McDonald’s Indonesia dengan mengisi 44 persen posisi kepemimpinan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Di balik ratusan gerai McDonald’s Indonesia yang tersebar dari kota besar hingga daerah berkembang, ada sosok perempuan yang ikut menentukan arah ekspansi perusahaan. Dia adalah Ratna Wirahadikusumah, perempuan yang membangun karier di bidang pengembangan usaha, desain, dan konstruksi restoran, sektor yang selama ini masih didominasi laki-laki.
Dengan latar belakang pendidikan arsitektur dan pengalaman di dunia konsultan properti serta keuangan, Ratna memutuskan mengambil jalan yang tidak banyak dipilih perempuan. Lebih dari dua dekade lalu, ia menerima tantangan untuk terjun ke dunia pengembangan restoran dengan satu pemikiran sederhana: why not?
Keputusan itu menjadi awal perjalanan panjang yang membawanya menjadi Director Store Development Group McDonald’s Indonesia. Di posisi ini, Ratna memimpin berbagai proses penting, mulai dari pencarian lokasi strategis, pengembangan aset, desain bangunan, hingga pengawasan konstruksi restoran baru.
Bagi Ratna, membangun sebuah restoran bukan sekadar mendirikan bangunan. Ada proses panjang yang melibatkan banyak pihak dan keputusan strategis di baliknya.
“It takes a village to open a store,” ujar Ratna.
Selama berkarier, ia telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s Indonesia di berbagai wilayah Tanah Air. Beberapa proyek yang berada di bawah kepemimpinannya antara lain McD Kebo Iwa Bali, McD Megamas Beachfront Manado, McD Artha Gading Jakarta Utara, McD Thamrin Jaya Jakarta Pusat, hingga McD Ampera Jakarta Selatan.
Khusus McD Ampera, restoran tersebut menjadi gerai pertama yang memperoleh sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Madya untuk tahap perencanaan dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta.
Meski berkarier di sektor yang identik dengan dunia pria, Ratna mengaku tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Ia menilai budaya kerja yang inklusif membuat perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang.
“Nilai kekeluargaan dan dukungan yang kuat dari rekan kerja membuat saya tidak pernah merasa dibedakan. Kepemimpinan lahir dari rasa saling menghargai dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Baca Juga: ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
Ratna percaya seorang pemimpin harus mampu memberi contoh melalui integritas, disiplin, dan kerja keras. Karena itu, ia juga aktif mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke bidang development dan konstruksi, termasuk menjadi project manager atau pemimpin proyek.
Menurutnya, keberagaman perspektif justru menghasilkan keputusan bisnis yang lebih matang dan efektif.
“Ketika keputusan dibuat berdasarkan data yang valid dan membawa dampak positif, jangan ragu untuk melangkah. Perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” ujarnya.
Kisah Ratna juga sejalan dengan hasil studi independen Oxford Economics yang menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam ekosistem McDonald’s Indonesia.
Dalam studi periode April 2024 hingga Maret 2025 tersebut, tercatat sekitar 40 persen karyawan McDonald’s Indonesia adalah perempuan. Sementara 44 persen posisi kepemimpinan di perusahaan juga diisi oleh perempuan.
Studi itu juga menunjukkan bahwa setiap 100 karyawan langsung McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 300 pekerjaan tambahan di berbagai sektor lain. Secara keseluruhan, perusahaan disebut berkontribusi terhadap sekitar 48.700 lapangan kerja di sektor pertanian, distribusi, hingga jasa.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kehadiran perempuan di dunia kerja bukan hanya soal representasi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata.
Perjalanan Ratna menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin di industri yang penuh tantangan sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak perempuan lain untuk berani mengambil peran strategis di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove