Suara.com - Memiliki teman adalah salah satu hal terbaik dalam hidup. Teman bisa membuat kita tidak lagi merasa kesepian, selalu ada untuk menghibur kita di saat susah, dan menjadi teman berbagi rasa bahagia. Tapi, kita perlu menyadari bahwa tidak semua teman adalah sahabat sejati pada siapa dapat menumpahkan seluruh isi hati Anda kepadanya.
Berikut adalah lima jenis teman yang harus dihindari. Jika tidak bisa menghindarinya, paling tidak Anda bisa mengabaikan mereka atau menjaga jarak dengan mereka.
Mantan pacar.
Jika Anda memutuskan untuk tetap berteman dengan mantan kekasih Anda, sebaiknya Anda tidak membahas pasangan baru Anda dengan mereka. Jangan biarkan mereka tahu detail kecil dari hubungan baru Anda.
Teman yang suka menghakimi.
Jangan biarkan kata-kata teman yang suka menghakimi, mempengaruhi hidup Anda. Jenis teman seperti ini harus dihindari. Teman-teman dengan jenis ini cenderung membuat Anda selalu memikirkan semua kata-katanya dari waktu ke waktu. Jadi, lebih baik untuk menjauh darinya.
Pernah mengalami trauma.
Teman Anda mungkin pernah melalui perpisahan pahit dengan pasangan mereka, sehingga ia membenci semua orang yang berlawanan jenis dengannya. Hindari teman-teman seperti ini karena hanya akam menularkan aura negatif yang membuat pikiran Anda berpikir ke arah yang sama, secara tidak sengaja.
Si pencari keuntungan.
Mungkin kita semua pernah mengalami hal ini di dalam hidup kita. Kita sering melihat bagaimana teman-teman berubah menjadi 'penggali emas' dan mencari keuntungan dari kita. Namun ketika Anda dalam kondisi susaj, mereka akan meninggalkan kita. Seolah kita telah menjadi musuh terburuk mereka.
Menusuk dari belakang.
Ini adalah jenis teman yang paling buruk. Kebanyakan orang 'menusuk' Anda dari belakamg dan masih mencoba untuk berteman dengan Anda. Setelah Anda tahu siapa yang telah membocorkan rahasia kecil Anda, sebaiknya cepat hindari dia. (boldsky.com)
Berita Terkait
-
Mengulas Bridge to Terabithia, Novel yang Ajarkan Anak tentang Kehilangan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II
-
Novel Safe Harbor: Perjuangan Imigran Muda dalam Balutan Puisi Indah
-
Ulasan Let Go: Kisah Persahabatan Remaja yang Tetap Hangat Meski Dibaca Ulang
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana