Suara.com - Indonesia mulai melirik dan mengembangkan pasar wisata syariah di Tanah Air. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara, Esthy Rejo Astuti, setidaknya ada 16 tujuan wisata yang disiapkan dalam paket wisata syariah ini.
Namun, sampai saat ini, kata dia, baru tiga tujuan wisata yang memang sudah fokus untuk dikembangkan menjadi wisata syariah, yakni Lombok Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat dan Aceh.
"Untuk namanya sendiri sebenarnya masih didiskusikan, apakah tetap seperti dulu wisata syariah atau halal tourism. Sekarang ada 16 destinasi, tapi kita fokuskan dulu ke Lombok, Sumbar dan Aceh. Tapi yang lainnya tetap kita dukung," ujarnya saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Tiga tujuan wisata syariah tersebut, bukan saja ditentukan dari penduduk setempat yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga berdasarkan kesiapan sumber daya manusia, budaya, produk wisata daerah, serta akomodasi. Penetapan destinasi wisata syariah ini, kata dia akan siap diluncurkan pada tahun ini.
Eshty menambahkan, bahwa pihaknya pun telah melakukan berbagai persiapan untuk program wisata syariah tersebut, mulai dari pembenahan tujuan wisata, akomodasi, ketersediaan tempat makan halal, hingga tempat peribadatan yang mudah dijangkau.
Selain itu, penerapan wisata syariah nantinya juga harus didukung oleh layanan jasa biro perjalanan. Mereka bisa menghadirkan paket-paket perjalanan dengan konsep wisata syariah.
"Paket-paket ini dapat membuat wisatawan muslim lebih nyaman. Mulai dari makanannya, resto, hotel, objek wisatanya semua sudah diatur sama mereka. Ada waktu ibadah juga. Kaya ke bandara mereka siapkan waktu dan tempat untuk shalat. Hotel juga sudah ada standarnya regulasi yang mengikuti," jelas dia.
Meski begitu, tambahnya wisata syariah bukanlah wisata khusus muslim, karena sebenarnya wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah.
"Non muslim pun bisa merasa lebih aman dan nyaman mengikuti paket wisata ini. Orang tua kalau melepas anaknya mau wisata juga lebih tenang dengan paket ini. Nggak ada mabuk-mabukan di kafe atau tidur satu kamar laki-laki dan perempuan. Ini alternatif baik juga buat non muslim," tambah Eshty.
Konsep wisata syariah juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim naik menjadi 20 persen hingga 25 persen dari total wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan