Suara.com - Jika Anda termasuk orang yang sering merasa khawatir terhadap kualitas makanan yang akan Anda santap di restoran, atau tidak suka keramaian dan berbicara tanpa henti sambil makan, mungkin restoran bernama "Eatsa" ini akan menjadi pilihan ideal.
Di Eatsa, para pelayan diganti dengan iPad, sehingga pengunjungnya tinggal menyentuh lubang layar untuk mendapatkan makanan yang dipesannya. Karena pendekatan yang futuristik ini, membuat Eatsa dijuluki 'restoran robot'.
Mungkin terdengar sedikit asosial. Tapi, bukankah kita hidup di dunia setangah maya, di mana mayoritas komunikasi dilakukan melalui perangkat elektronik? Kita kini terbiasa berkomunikasi melalui akun media sosial, macam Twitter atau Facebook. Atau mengirim email kepada teman sekantor.
Jadi kini orang juga bisa pergi ke restoran tanpa harus berkomunikais dengan pengelola restoran. Namun, pihak restoran yang terletak di San Francisco mengatakan, interaksi masih terjadi di sana. Sebagian besar pengunjung datang bersama teman mereka, mereka hanya tidak berbicara kepada staf yang memasak makanan mereka.
Para koki semua bekerja di belakang laci layar sentuh yang menyala dengan nama Anda ketika makanan Anda siap.
Hal baiknya adalah, tanpa pelayan dan kasir nampaknya seluruh proses jauh lebih efisien. Ini berarti antrian panjang saat waktu makan siang bisa ditangani dengan lebih baik dan lebih cepat.
Dan untuk merasakan sensasi makan di tempat ini, bisa dibilang harganya sangat terjangkau. Semangkuk burito dan salad Yunani misalnya, dijual 6,90 dolar atau sekitar Rp90 ribu. (metro.co.uk)
Berita Terkait
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
-
Butuh atau Cuma Incar Promo? Realita Belanja Tanggal Kembar di Era Digital
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis