Suara.com - Stres kini banyak melanda masyarakat urban. Tuntutan pekerjaan dan kerasnya hidup yang dijalani membuat seseorang merasa tertekan lalu stres dan terkadang mengarah ke depresi.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengusir stres adalah dengan mendengarkan atau bermain musik. Banyak penelitian yang mengungkap bagaimana peran musik sebagai terapi penyembuhan jiwa.
Terapis musik, Saphira Hertha menjelaskan bahwa musik sebagai salah satu bentuk seni, memang bisa memberikan efek untuk mengobati luka batin bahkan depresi.
"Seni bisa menjadi media sebagai pemulihan dan sarana ekspresi. Seni khususnya musik memiliki kekuatan tersendiri sebagai penyembuh dan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia," ujar Saphira pada temu media "Ballet at Kunstkring Series: Healing HeARTs" di Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Ia mencontohkan, dengan mendengarkan musik yang disukai, seseorang bisa merasakan suasana hati yang lebih baik. Bahkan tak sedikit dari kliennya yang dirundung stres karena pekerjaan, bisa lebih positif dalam menjalani tanggung jawabnya.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan balik ke masing-masing orang. Kalau dia terbuka dengan masalahnya maka waktu penyembuhannya bisa lebih cepat," imbuhnya.
Jenis musik apa pun, menurut Saphira bisa memberi efek penyembuh. Namun agar tak berlarut-larut dengan kesedihan, ia menyarankan agar seseorang menghindari musik dengan lirik yang sendu.
"Jangan musik yang galau karena musik juga punya efek yang lain. Misalnya stres abis putus cinta, denger lagu galau tingkat tinggi ya susah move on. Kalau perlu datang ke konser musik yang disukai, ini bisa menjadi cara untuk menyembuhkan luka batin dan mengatasi stres," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Lagu Location Unknown Masih Jadi Juara: Tutorial Galau Tanpa Harus Kehilangan Arah
-
Antara Emosi dan Algoritma: Mengapa FYP Dipenuhi Lagu Galau?
-
Merajuk? Sal Priadi Berhenti Nyanyi Lagu Sedih Setelah Disuruh Diam
-
Science of Sadness: Kenapa Hujan Bisa Bikin Kita Melankolis?
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter
-
5 Bedak Tabur yang Awet untuk Menahan Minyak, Wajah Tetap Segar dan Bebas Kilap Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi
-
Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju
-
4 Cushion Satin untuk Kulit Kering, Wajah Glowing Seharian
-
Calamine Powder untuk Apa? Ini 5 Rekomendasi Bedak Pereda Gatal dan Radang Kulit
-
Tren Fast Fashion Mulai Ditinggalkan, Denim Jadi Andalan Gaya yang Lebih Timeless
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Hilangkan Komedo? Ini 5 Rekomendasinya
-
Apakah Parfum EDP Lebih Awet dari EDT? Ini 5 Eau de Parfum Lokal Paling Enak Wanginya
-
Contoh Makanan UPF Apa Saja? 5 Jenis Ini Tidak Bagus Buat Gizi Anak