Suara.com - Ia lebih senang dipanggil Trinity saja. Tanpa nama depan ataupun nama belakang. Sejak lama Trinity memutuskan untuk membagi nama lengkapnya hanya kepada orang dekatnya. Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini juga selalu merahasiakan tahun kelahirannya, dan hanya menyebut 11 Januari sebagai hari ulang tahunnya.
Yang pasti, kini orang mengenalnya sebagai seorang travel blogger. Dan, perempuan yang menyebut dirinya sebagai mantan mbak-mbak kantoran ini mengatakan jalan-jalan kini adalah pekerjaannya.
"Sesekali menulis," ujarnya sambil terbahak, saat berbincang dengan suara.com, di sebuah rumah makan di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat akhir Oktober lalu.
Mungkin kalimatnya sesekali menulis, kurang tepat. Pasalnya Trinity cukup produktif menuangkan pengalamannya selama berjalan-jalan keliling dunia. Bahkan kini ada 12 buku 'panduan'
wisata lahir dari tangannya. Dan semuanya tergolong laris manis.
Coba siapa yang tak kenal buku "The Naked Traveler". Buku ini sudah mencapai seri keempat dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Bahkan dari buku "The Naked Traveler" ini,
Oktober lalu Trinity diundang ke Frankurt Book Fair, salah satu bursa buku elit dunia. Dan, kesempatan ini tak ia sia-siakan. Trinity memperpanjang masa kunjungannya agar bisa ke Eslandia.
"Saya pusing jika tak jalan-jalan," akunya.
Ya, jalan-jalan kini bukan lagi hobi atau pengisi waktu luang bagi Trinity, tetapi pekerjaan utama. Dari jalan-jalan itu Trinity mengaku mendapatkan peluru untuk tulisannya. Menurutnya, travel blogger yang baik adalah mereka yang sering jalan-jalan. Pengalaman, ujarnya, didapat dari banyak jalan-jalan. Sering jalan-jalan akan mengasah kemampuan observasi seseorang sehingga membuat tulisannya lebih menarik.
"Saya banyak melihat, orang menulis tentang traveling tapi dia udah nggak jalan-jalan lagi, jadi nggak terasah," ujarnya.
Jadi kini, Trinity yang pada 2008 memutuskan meninggalkan karir sebagai mbak-mbak kantoran dan menjadi traveler murni, hampir setiap bulan menjadwalkan untuk jalan-jalan. Saat bertemu dengan suara.com, ia baru kembali dari Jerman dan Eslandia dan tengah menyiapkan perjalanan ke Kanada.
Kini setidaknya 30 provinsi di tanah air dan 70 negara di lima benua telah dikunjunginya. Salah satu prestasinya adalah mewujudkan tekadnya untuk jalan-jalan keliling dunia selama satu tahun penuh. Dan, dalam perjalanan yang dimulai Oktober 2012 itu, Trinity yang mengaku menyukai pantai ini, mengunjungi tak kurang dari 22 negara.
"Paling lama tinggal di Peru. Hampir dua bulan saya tinggal di sana. Suasananya asyik, dan harga-harganya sangat terjangkau," paparnya.
Banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanannya ini. Namun semakin banyak negara yang dikunjunginya, justru membuatnya semakin mencintai Indonesia.
"Indonesia itu seperti kawah candradimuka untuk mereka yang ingin jalan-jalan keliling dunia. Karena seseorang telah khatam di Indonesia, maka tak sulit baginya untuk mengeksplore negara lain. Dan keindahan Indonesia itu ada di ketidakpastiannya. Jadi banyak banget tantangannya. Nggak ada yang lebih indah daripada pantai dan dasar laut Indonesia," ujarnya.
Trinity mengaku suka jalan-jalan sejak kecil. Oleh orang tuanya, anak kedua dari tiga bersaudara ini dibiasakan untuk memanfaatkan liburan dengan berwisata ke berbagai kota di sekitar tempat tinggalnya.
Singapura menjadi negara pertama yang dikunjungi sarjana komunikasi lulusan Universitas Diponegoro Semarang ini. Ia berkunjung ke negeri singa itu sendirian, meski saat itu ia masih duduk di bangku SMP.
"Saat itu saya harus cek kesehatan, karena tak ada yang mengantar maka saya berangkat sendiri. Tapi saya juga memanfaatkan itu untuk mengunjungi sejumlah tempat di Singapura," ujarnya mengenang.
Lantas dalam perjalanannya, Trinity selalu meluangkan waktu untuk bisa jalan-jalan. Saat masih menjadi karyawan, ia tak pernah melewatkan hak cuti, demi bisa memuaskan dahaganya untuk melancong.
Dalam berwisata, Trinity memilih jalur independen. Ia sangat jarang berwisata bersama dalam grup, apalagi memanfaatkan jasa biro wisata. Ia selalu mengatur sendiri perjalanannya, dan tempat yang dipilih juga tergolong unik. Ia jarang mengunjungi kota-kota besar yang mentereng, tapi lebih suka mengunjungi tempat terpencil yang belum banyak diketahui orang.
Trinity menyukai keindahan alam yang masih perawan dan belum banyak dijamah manusia. Mulanya, Trinity hanya membuat catatan harian setiap kali ia berwisata. Karena dinilai lucu dan
ringan, teman-temannya meminta agar tulisannya diperbanyak dan dibagikan. Sampai suatu saat, seorang temannya menyarankan untuk mempublikasikan tulisan itu secara daring.
Ia lantas menuangkan kisah perjalanannya ke dalam blognya www.thenakedtraveler.com. Karena mendapat respon positif dan banyak dibaca akhirnya muncullah ide untuk membukukan kisah itu dalam buku berjudul sama. Di buku itu, ia menulis suka-duka berjalan-jalan ke tempat-tempat yang dikunjungi dan tips penting untuk berwisata baik di dalam maupun luar negeri.
Tulisannya dinilai sangat informatif dan menghibur, dan telah menginspirasi banyak orang untuk tidak takut lagi berwisata.
Hingga pada satu waktu, perempuan yang mengambil gelar master ilmu manajemen di Asian Institute of Management di Filipina ini, memutuskan untuk berhenti bekerja dan benar-benar menjadi traveler sejati.
"Saya menghitung, kalau memang diseriusi bisa. Dan ternyata ini sangat membebaskan, kita bisa menjadi 'tuan' bagi hidup kita sendiri," ujarnya.
Kini setelah berhasil membuktikan bahwa mengikuti passion bukanlah hal yang salah, perempuan yang ingin hidupnya bermanfaat dan bisa menginspirasi orang lain ini, kini sedang rajin menabung untuk mewujudkan mimpinya mengunjungi Antartika.
"Sebuah tempat yang jauh, tapi bukan tak mungkin dijangkau," ujarnya yakin.
Berita Terkait
-
Membongkar Prasangka: Trinity Ajak Pembaca Melihat Dunia Lewat Buku 'Di Luar Radar'
-
Review Film The Unholy Trinity: Western Alegoris yang Kurang Menggigit
-
Aksi Seru Pierce Brosnan dan Samuel L. Jackson di Film The Unholy Trinity
-
Harapan Cerah untuk Musik Anak Indonesia dalam Glitter 'Kata Ajaib'
-
Lekat: Sosok Tisa TS yang Sukses Bikin Baper Masyarakat Indonesia dengan Karyanya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Aroma Terapi Ruangan Alami yang Bikin Rumah Lebih Wangi dan Nyaman
-
4 Kulkas Mini Murah dan Hemat Listrik, Daya Mulai 20 Watt
-
4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
-
Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!
-
Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik
-
Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam
-
4 Urutan Skincare Wardah saat Kulit Purging agar Cepat Pulih, Lengkap dengan Harga dan Review
-
Bisa Lewat HP, Ini Cara Cek Penerima Bansos BPNT Juni 2026
-
Zodiak yang Beruntung Mulai 25 Juni: Keuangan Taurus hingga Capricorn Mulai Membaik
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik