Suara.com - Generasi muda dinilai memegang peran penting dalam mengurangi sampah makanan dan menekan emisi gas metana yang memperparah krisis iklim. Di tengah tingginya limbah pangan dan budaya konsumtif, keterlibatan anak muda dianggap menjadi kunci untuk membangun kebiasaan pengelolaan makanan yang lebih berkelanjutan.
Hal itulah yang mendorong Food Cycle Indonesia mengajak anak muda terlibat menyelamatkan surplus makanan dari hotel dan berbagai acara untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain mendonasikan pangan, komunitas ini juga mendorong pengolahan limbah organik agar tidak berakhir sia-sia di tempat pembuangan akhir (TPA).
Namun dalam praktiknya, komunitas ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama biaya logistik dan armada pengangkut makanan.
“Kami kadang outsource dari luar, sewa pakai truk logistik yang itu berbayar dan nggak murah. Makanya juga kita fundraise lewat volunteering berbayar buat publik yang mau join dengan charge untuk donasi,” kata Business Development dan Marketing Food Cycle Indonesia, Kukuh Napaki.
Kukuh menjelaskan, masyarakat bisa terlibat melalui program sukarelawan yang rutin dibuka setiap akhir pekan.
“Biasanya Jumat atau Sabtu kita open volunteer untuk publik,” ujarnya.
Melalui gerakan ini, Food Cycle Indonesia ingin mendorong anak muda tidak hanya sekadar berdonasi makanan, tetapi juga menjadi pelopor pengolahan limbah organik di lingkungan masing-masing.
“Intinya kita nggak cuma sekadar donasi makanan, tapi juga menyelamatkan pangan dari semua aspek, baik yang sudah jadi limbah maupun yang masih layak konsumsi,” tambah Kukuh.
Dalam pengelolaannya, Food Cycle Indonesia membagi limbah menjadi dua kategori, yakni sampah organik dan limbah olahan pabrik. Sampah organik berasal dari dapur, hotel, atau restoran yang sudah tidak layak konsumsi dan kemudian diolah menjadi kompos atau pakan ternak. Sementara makanan yang masih layak konsumsi akan disortir dan disalurkan kepada mitra penerima bantuan.
Baca Juga: Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
Keterlibatan Generasi Muda dalam Pengolahan
Selain lewat kegiatan sukarelawan, generasi muda juga didorong membangun kolaborasi melalui sekolah, organisasi, hingga tempat kerja untuk mengedukasi pengolahan limbah pangan. Media sosial seperti TikTok dan Instagram juga dimanfaatkan sebagai alat kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik soal food waste.
Melalui keterlibatan generasi muda, Food Cycle Indonesia berharap konsep “Sistem Pangan Sirkular” bisa diterapkan lebih luas agar makanan tidak lagi berakhir sia-sia di TPA dan surplus pangan dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik