Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 11 November 2015 | 19:05 WIB
Jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi. (kayuagung.com)

Sumatera Selatan dan Sungai Musi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Sungai Musi bukan hanya sebagai ikon pariwisata Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi perekonomian sejumlah kota di Sumatera Selatan.

Sungai sepanjang 750 kilometer ini, sedikit banyak ikut membentuk sikap dan gaya hidup penduduk bumi Sriwijaya. Melihat potensi ini, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menghimbau agar pemerintah dan masyarakat setempat menjadikan Sungai Musi sebagai beranda depan rumah mereka.

"Kalau bisa, jadikan Sungai Musi itu seperti Sungai Thamesnya Indonesia. Urutannya adalah, sungai, jalan, baru bangunan. Kalau dia dijadikan beranda belakang, akan tidak terurus, nantinya akan kotor," ujarnya disela acara "Launching International Musi Triboatton 2015" di Gedung Sapta Pesona, Rabu (11/11/2015).

Menpar mendesak Pemkot segera membuat Perda yang mengatur pelarangan membangun di sekitar Sungai Musi agar keindahan sungai tidak tertutupi dan bisa selalu dinikmati.

"Yakini bahwa semakin dilestarikan, alam akan semakin mensejahterakan kita. Kalau ada nelayan di Sungai Musi, dan nelayan tersebut sadar akanpariwisata, pasti dia kan akan lebih sejahtera," ungkapnya.

Apalagi kata Arief, akan ada sejumlah event nasional dan internasional yang akan diselenggarakan Palembang,  seperti Karnaval Khatulistiwa pada Agustus tahun depan serta Asian Games pada tahun 2018 mendatang.

"Jangan sampai kondisi Sungai Musi memalukan di mata wisatawan, karena akan banyak wisatawan  yang datang," ujarnya.
    
Sementara event wisata olahraga "International Musi Triboatton (IMT) 2015" yang akan digelar pada 12-19 Desember 2015 mendatang juga akan  memanfaatkan sungai Musi.

"Kegiatan sport tourism ini akan mendatangkan wisman, yang akhir tahun kita harapkan akan melampaui target 10 juta wisman," ungkapnya.

Event ini akan digelar di lima kota dan kabupaten yang dilewati Sungai Musi yaitu Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Empat Lawang, yang panjangnya mencapai 500 kilometer.

Ini menjadikan Sungai Musi sebagai ikon wisata minat khusus, didukung oleh potensi alam (nature), budaya (culture), dan buatan (manmade).

IMT 2015 merupakan gabungan wisata penjelajahan atau penyusuran sungai dengan lomba dayung variatif. Ada tiga jenis perahu yang digunakan yaitu river boat, kayak boat, dan traditional boat. Serta penyusuran bersama dengan perahu induk dari hulunke hilir dengan lintasan arus deras dan arus tenang.

Nantinya, akan ada sembilan tim dari dalam dan luar negeri yang ikut serta. Beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Australia dipastikan akan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ajang ini.

Kegiatan IMT yang telah dilaksanakan sejak 2012, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumsel mencapai 3.440.830 orang.

Load More