Suara.com - Gadget alias gawai kini seolah tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, balita pun sudah mulai mengenal gawai sejak usia dini. Banyak pakar mengingatkan bahaya yang mengintai dari penggunaan gadget yang terlalu sering.
Tapi ternyata kepiawaian dalam menggunakan gawai juga menyimpan manfaat. Kelihaian anak-anak dalam menggunakan gadget telah diteliti oleh tim ilmuwan dari Cork University Hospital di Irlandia. Peneliti bahkan menyebut, anak-anak sudah lihai dalam menggunakan gadget layar sentuh sejak usia dua tahun.
Jika selama ini penggunaan gadget dinilai berakibat negatif bagi anak, peneliti Irlandia ini justru beranggapan sebaliknya. Menurut peneliti, kelihaian anak-anak dalam membuka, menggesek, bahkan mengunci layar ponsel mereka sejak usia dua tahun secara tidak langsung mengasah sensitivitas indra peraba.
Untuk mendapatkan kesimpulan ini peneliti melibatkan 82 anak berusia 12 bulan hingga 3 tahun dan orangtuanya. Berdasarkan kuesioner, terungkap 87 persen orangtua membiarkan anak mereka bermain gawai sejak usia dini.
Tim menemukan, anak yang terbiasa menggunakan gawai layar sentuh sejak usia 12 bulan telah menguasai ketiga keterampilan motorik saat memasuki usia 2 tahun.
Sebelumnya, beberapa penelitian telah memperingatkan dampak negatif terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, menatap komputer atau ponsel. (dailymail.co.uk)
Berita Terkait
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi
-
DPD RI Disebut Sukses Selenggarakan Sidang Bersama, Perkuat Peran Strategis Daerah
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik