Lifestyle / Food & Travel
Jum'at, 01 Januari 2016 | 17:29 WIB
Pengunjung tampak berenang dan menikmati aktivitas liburan di Pantai Ancol, Jakarta. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Sejumlah pengunjung kawasan wisata Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, mengeluhkan harga makanan dan layanan jasa yang meroket tidak wajar saat liburan Tahun Baru 2016.

Andi Setiawan, warga asal Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (1/1/2016), di pantai indah Ancol mengaku harus merogoh kocek hingga Rp150 ribu untuk membeli tiga porsi lontong sayur saat perayaan pergantian tahun, Kamis (31/12/2015) malam, di warung pinggir jalan sekitar pantai.

"Lontong sayur untuk tiga orang, ditambah minuman dan enam gorengan, harganya Rp150 ribu. Masuk akal tidak?" ujarnya mempertanyakan.

Andi mengaku sempat protes kepada pedagang lontong sayur tersebut. Menurut Andi, pedagang lontong sayur tersebut mengaku harus menaikkan harga barang dagangannya karena perlu membayar uang sewa lapak yang nisbi besar.

"Saya minta pengelola atur dengan benar. Jangan sampai harga makanan di Ancol ini naik setinggi itu. Jangan sampai juga ada yang memanfaatkan momen liburan seperti ini secara tidak wajar," ucapnya dengan nada tinggi.

Andi mengaku tidak punya banyak pilihan untuk membeli makanan dengan harga yang lebih terjangkau saat hari pergantian tahun, kemarin.

Dia mengaku sempat mencoba membeli makanan di sebuah restoran yang terletak di dalam hotel tempat dia menginap. Namun, lagi-lagi dia merasa kecewa, karena harga makanan yang dijual, menurut dia, nisbi mahal.

Pasalnya, dia mengaku harus merogoh kocek hingga Rp1,2 juta untuk empat porsi makanan dengan sajian lauk berupa ayam goreng.

"Jika di restoran kelas seperti itu, saya maklum jika harganya Rp600 ribu atau Rp700 ribu. Saya juga biasa. Namun, kemarin saya harus bayar Rp1,2 juta," katanya.

Untuk itulah Andi meminta pengelola kawasan Ancol Taman Impian untuk memperhatikan harga-harga makanan dan minuman yang dijual di kawasan wisata Ancol agar tidak membebani pengunjung di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

Sementara, Sonny Hutabarat, pengunjung yang berdomisili di Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengeluhkan harga sewa tikar di pantai yang mahal. Selain harga sewa tikar, ia dan keluarga juga sulit mencari lokasi yang nyaman untuk bersantai di pinggir pantai.

"Harta sewanya naik jadi Rp25 ribu. Udah sewanya tinggi, kami juga tidak dapat tempat untuk menggelar tikar tersebut," ujarnya.

Sonny mengatakan, kepadatan pengunjung di pantai indah dan karnaval jauh lebih tinggi dibandingkan liburan 1 Januari 2015. Dia juga meminta pengelola untuk memperhatikan kebersihan pantai dan ketersediaan lokasi parkir.

"Tahun lalu saya juga kesini, tapi ramainya tidak sepadat ini," ungkapnya.

Pengelola Ancol, PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. memperkirakan sebanyak 150 ribu pengunjung akan memadati Ancol pada hari pertama di 2016 ini. (Antara)

Load More