Suara.com - Kawasan Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akan dijadikan salah satu lokasi untuk melihat gerhana matahari yang diperkirakan terjadi pada 9 Maret 2016.
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, di Lubuklinggau, Rabu mengatakan lokasi Bukti Sulap itu sudah dipersiapkan oleh tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk memastikan posisi dan waktu gerhana matahari itu terjadi.
Ia mengatakan lokasi Bukit Sulap Lubuklinggau sangat strategis karena berketinggian di atas ribuan meter dari permukaan laut dan berada dalam kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Sumatera Selatan.
Ditunjuknya Lubuklinggau menjadi salah satu lokasi melihat gerhana matahari itu karena sudah masuk daftar wilayah yang bisa melihat kejadian alam yang sangat langka itu.
Menurut para ahli dari Lapan itu memperkirakan Gerhana Matahari itu akan terlihat selama 11 detik dan merupakan kejadian alami yang langka terjadi, dengan demikian akan melibatkan banyak pihak untuk melihatnya.
Dalam fenomena alam itu akan mengikut sertakan seluruh elemen termasuk mengundang anak-anak sekolah karena merupakan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sangat berguna bagi anak sekolah.
Pemerintah kota Lubuklinggau melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) akan memfasilitasi kegiatan tersebut dengan memanfaatkan momen Gerhana Matahari di Wisata Lubuklinggau.
Tim Lapan itu juga akan memastikan persiapan untuk menyaksikan Gerhana Matahari, dengan meneliti apakah masyarakat bisa melihat tanpa menggunakan alat bantu apapun, sekaligus menangkal adanya berbagai tahayul yang berkembang di masyarakat saat terjadi Gerhana Matahari tersebut, ujarnya.
Kabag Humas Pemkot Lubuklinggau Hendra Gunawan mengatakan saat ini kawasan Bukit Sulap itu dikelola menjadi obyek wisata alam dan perlombaan sepeda gunung internasional dan sekarang telah dibangun "inclinator" menuju atas bukit, untuk memudahkan pengunjung melihat keindahan alam sekitarnya.
Selain itu juga bisa dijadikan sarana mengangkut sepeda gunung para peserta perlombaan antara negara seperti yang digelar 2014 ada 20-an negara ikut lomba sepeda gunung di wilayah itu.
Saat ini Kota Lubuklinggau memiliki inclinator terpanjang se-Indonesia dengan ukuran 600 meter untuk sampai ke puncak dengan memiliki empat shelter.
Rinciannya, dari shelter A ke B memiliki panjang 260 meter dengan tingkat kemiringan 22 derajat, shelter B ke C memiliki jarak 180 meter dengan kemiringan 35 derajat, sedangkan jarak dari shelter C menuju shelter D berjarak 160 meter dengan kemiringan sampai 40 derajat.
Pembangunan inclinator itu ada tiga tahap, yakni mulai dari perencanaan sampai dengan uji coba dengan pondasi dan rel yang telah terpasang, kedua melengkapi sarana prasarana dan terakhir memperindah dengan membuat taman dan apapun tempat wisata menjadi indah.
Kota Lubuklinggau masih menjadi tempat terbaik di Asia, setelah sarana pendukung itu sudah rampung seluruhnya Kota Lubuklinggau bisa menjadi tempat pelaksanaan sepeda gunung terbaik di dunia.
Sekarang inclinator itu sudah 95 persen selesai dan dalam tahap uji coba, setiap hari libur atau hari-hari besar banyak pengunjung ke atas Bukti Sulap menggunakan fasilitas tersebut, khususnya para siswa dari berbagai sekolah di wilayah itu, ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
-
BMKG Pastikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total
-
Apakah 2 Agustus Akan Terjadi Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya Menurut BRIN dan NASA
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi
-
Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa
-
Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi