Suara.com - Banyak perempuan menginginkan tampilan wajah yang sempurna, tanpa kerut apalagi keriput. Wajah yang kencang, halus dan kenyal juga selalu menjadi impian kaum hawa. Untuk itu, banyak dari mereka yang melakukan berbagai cara agar mendapatkan hasil yang sempurna.
Salah satu metode yang kini banyak dilakukan perempuan adalah perawatan tanam benang. Selain membuat wajah kencang dan menghilangkan kerutan, perawatan ini juga bisa membuat tulang pipi lebih tirus.
Namun, menurut dokter Aesthetic dari Cyn Clinic, Cynthia Jayanto banyak juga perempuan yang takut melakukannya, karena alasan tidak mau ditusuk jarum atau masukan benang.
"Karena alasan inilah akhirnya tercipta teknologi Hifu atau Hi Intesity Focus Ultrasound untuk face lift tanpa operasi," jelasnya.
Hifu, lanjut dia adalah perawatan ultraphy yang mulai dikembangkan sejak tahun 2000. Dalam perkembangannya, perawatan ini merambah ke Korea, dan Cina. Di Indonesia, kata Cynthia, Hifu mulai dikenal sejak tahun lalu, namun belum banyak klinik kecantikan yang memilikinya.
Nah, bagi Anda yang ingin mencoba Hifu, perawatan ini sudah tersedia Cyn Clinic di Bekasi, Jawa Barat. Menurut Cynthia, meski baru, perawatan ini sudah banyak diminati.
"Kalau untuk Hifu harga memang lebih tinggi daripada tanam benang dan treatment skin lifting lainnya. Tapi mereka yang takut jarum dan benang, akhirnya memang beralih pada perawatan ini. Tetap ada rasa, tetapi tidak memasukkan sesuatu ke dalam wajah," tambahnya.
Proses perawatan ini dengan pembersihan wajah pasien dari kotoran dan debu. Selanjutnya diberikan gel atau krim penghantar untuk alat Hifu ke wajah, setelah itu baru masukan kepala Hifu sesuai dengan ukuran yang akan digunakan.
Hifu, memiliki tiga kepala dengan masing-masing ukuran, yakni 1,5 mm, 3,0 mm dan 4,5 mm. Setiap ukurannya memiliki fungsi yang berbeda, seperti ukuran 4,5 mm untuk menyentuh bagian kulit lebih dalam, sementara makin kecil ukuran dapa supervisisal ke kulit yang paling atas.
Setelah itu, alat pun diletakkan ke wajah. Yang pertama menggunakan kepala berukuran 4,5 mm dengan 100 kali putaran ke arah dagu hingga pipi atas dekat pelipis mata, selama 30 menit.
"100 putaran itu dibagi dua, 50 bagian kiri, 50 lagi bagian kanan. Selanjutnya menggunakan berukuran 3,0 mm dan 1,5. Ini bertujuan agar lapisan kulit kena semuanya. Sementara untuk dahi dilakukan paling terakhir, karena lebih terasa, banyak tulangnya," jelas dia.
Perawatan ini, lanjut dia, bisa lebih tahan lama dibandingkan perawatan face lift lainnya. Dengan tiga kali perawatan, hasilnya akan bertahan hingga satu tahun lamanya.
Hifu juga cocok untuk mereka yang ingin mengoreksi 'Buffalo Face', meniruskan wajah, menghilangkan garis senyum, hingga kerutan di sekitar dahi dan mata mereka yang berusia antara 25-40 tahun.
"Range harganya kalau di sini Rp2-4 juta satu kali treatment. Melakukan Hifu juga harus satu-satu, misalnya bulan ini pipi saja, bulan berikutnya dagu, karena kan nggak mungkin satu sesi dikerjakan semua permasalahannya, biar maksimal," tutup dia.
Berita Terkait
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Botox Natural Kian Diminati, Rahasia Contouring Wajah yang Tetap Mempertahankan Karakter Alami
-
Selama Ini 100 Persen Impor, Kini Indonesia Bersiap Produksi Botulinum Toxin Sendiri
-
Tren Estetika Bergeser ke Non-Invasif, Teknologi Pengencangan Kulit Korea Mulai Populer di Indonesia
-
XERF Jadi Treatment Pilihan Priyanka Chopra Jonas, Kulit Kencang Natural Tanpa Operasi
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif
-
Mobil Patroli Terbakar di Markas Polsek Tambaksari: Satu Terduga Pelaku Diciduk
-
Bikin Rezeki 'Bocor'! Ini 7 Kesalahan Penataan Kompor Dapur Menurut Feng Shui yang Perlu Dihindari
-
Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
-
Ini Jadwal Baru Pembuangan Sampah di Kota Makassar, Wajib Diketahui Warga!
-
Filosofi SpongeBob Jadi Ubur-Ubur dan Ilusi Kabur dari Burnout
-
RAM dan Storage Makin Mahal, Xiaomi Tetap Bawa Fitur Flagship ke HP Entry-Level
-
Negara-Negara Arab Banyak Berinvestasi di London, Ini Alasannya