Suara.com - Pertanyaan itu mungkin tak sedikit ditanyakan oleh buah hati Anda ketika ia menyadari kelahiran adik kecilnya. Jangan langsung tergopoh-tergopoh saat menjawabnya.
Justru saat pertanyaan ini dilontarkan anak, ini merupakan kesempatan baik bagi Anda untuk mengajarinya proses tumbuh dan berkembangnya janin hingga lahir menjadi seorang bayi mungil yang lucu.
Hal ini disampaikan ginekolog sekaligus pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, dalam sebuah buku yang disusunnya bersama dr Sonia Wibisono, berjudul "Adik Bayi Datang dari Mana: A-Z Pendidikan Seks Usia Dini" yang diluncurkan belum lama ini.
Menurutnya, orangtua tak perlu menjelaskan secara detail dengan istilah medis yang justru dapat membingungan anak. Ia menyarankan penggunaan kata-kata sederhana yang sesuai dengan usia anak sehingga anak dapat menyerapnya dengan baik.
"Katakan bahwa anak-anak akan bertambah besar dan perlahan menjadi orang dewasa. Salah satu tanda manusia sudah menjadi dewasa adalah dengan tumbuhnya payudara bagi perempuan dan tumbuh jenggot serta jakun bagi laki-laki yang dipengaruhi oleh hormon yang berbeda antara laki-laki dan perempuan," ujar Boyke pada peluncuran bukunya di Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Selain itu, lanjut dia, orangtua harus menjelaskan bahwa hormon jugalah yang kemudian bertugas membentuk sperma bagi laki-laki dan sel telur pada perempuan. Setelah sperma dan sel telur terbentuk sempurna maka laki-laki dan perempuan dewasa dapat menikah serta memiliki keturunan.
"Lalu jelaskan adik bayi terus tumbuh di dalam perut sampai usianya mencapai 9 bulan. Pada usia ini bayi siap keluar melalui jalan khusus, yaitu vagina. Tapi jelskan juga bahwa adik bayi juga bisa keluar melalui perut dengan cara operasi yang dilakukan oleh dokter," imbuhnya.
Selain menjelaskan bagaimana bayi bisa lahir ke dunia, dalam buku setebal 73 halaman ini, Boyke dan Sonia mencoba membantu para orangtua memberikan pendidikan seks sejak dini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Boyke berkeyakinan bila sejak dini anak sudah mendapat bekal pendidikan seks yang benar, maka dapat membentengi anak dari bahaya perilaku seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, pemerkosaan, dan mencegah penularan berbagai penyakit kelamin menular.
"Buku ini untuk orangtua sekaligus anak, karena yang saya temukan mereka (orangtua), mereka sudah baca buku dokter tapi ketika ngomong sama anak susah banget. Sehingga saya menyusun buku yang membuat orangtua tidak takut memberikan pendidikan seks karena mudah dicerna anak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
Terkini
-
Apakah Kamu Termasuk? Ini 4 Zodiak Paling Beruntung Selama Bulan Maret 2026
-
5 Bedak Padat Tahan Minyak dan Keringat, Cocok Dipakai saat Lebaran 2026
-
Buka Puasa Ala Hotel Bintang Lima? Coba All You Can Eat Mewah di Walking Drums Rawamangun!
-
Alas Bedak yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Tahan Lama untuk Lebaran
-
THR 2026 PPPK Paruh Waktu Kapan Cair? Ini Ketentuan Resminya
-
4 Koleksi Barang Branded Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Kena OTT KPK
-
Perjalanan Cinta Tom Holland dan Zendaya, Dikabarkan Sudah Menikah
-
Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman
-
Rute Mudik Gratis Pertamina 2026 ke Mana Saja? Ini Link Daftar Lengkapnya
-
Hubungan Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian dengan Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Kena OTT KPK