Suara.com - Survei yang dilakukan perusahaan penyedia kondom, Durex menemukan bahwa dewasa muda berusia 18-25 tahun merasa nyaman mengungkapkan hal mengenai seks lewat emoji. Umumnya hal ini disebabkan, karena seks masih dianggap tabu untuk diungkapkan secara langsung.
"Sekarang ini zamannya komunikasi melalui layanan chatting, sehingga emoji menjadi cara aman mereka membicarakan seks," ungkap Zoya pada temu media yang dihelat Durex di Jakarta, Jumat (27/11/2015).
Melalui emoji, istilah seks yang terkesan vulgar dapat diungkapkan lebih halus sehingga orang lebih leluasa membicarakan seks.
"Alasan inilah yang mendorong Durex meluncurkan kampanye untuk menyerukan pentingnya sebuah emoji yang mewakili seks aman, agar secara resmi diluncurkan oleh perusahan pembuat emoji (Unicode)," ujar Ratanjit Das, Presiden Direktur Reckitt Benckiser, produsen Durex.
Emoji tersebut diharapkan dapat membantu remaja untuk membuka diri berdiskusi mengenai seks yang aman, serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penggunaan kondom dalam melindungi diri dari infeksi penyakit kelamin, termasuk HIV dan AIDS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi