Suara.com - Tiga genre tari tradisional Bali ditetapkan menjadi warisan budaya dunia yang termasuk dalam daftar Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-38 di Art Center Denpasar, Sabtu (11/6/2016) malam, menyerahkan sertifikat "Tiga Genre Tari Tradisional Bali UNESCO" kepada Gubernur I Made Mangku Pastika sebagai simbol diresmikannya ketetapan tari tradisional Bali menjadi warisan budaya dunia.
Tiga genre tari tradisional Bali tersebut antara lain Wali atau tari sakral, Bebali yang sifatnya semi sakral, dan Balih-Balihan atau tari untuk pertunjukkan.
Tari Wali merupakan tarian yang biasa dipertunjukkan dalam upacara keagamaan atau adat bertempat di halaman dalam pura (mandala utama). Beberapa tarian yang masuk Bebali ialah Rejang, Sanghyang Dedari, dan Baris Upacara.
Tari Bebali merupakan tarian semi sakral yang dipertunjukkan di halaman tengah pura (madya mandala) sebagai bagian dari upacara. Tari Bebali biasanya memiliki skenario dalam pertunjukkannya. Beberapa tarian yang termasuk Bebali antara lain Topeng Sidhakarya, Dramatari Gambuh, dan Dramatari Wayang Wong.
Sementara Tari Balih-Balihan merupakan tarian yang biasa dipertontonkan sebagai hiburan dan bertempat di luar pura atau tempat pertunjukkan lain. Tari yang muncul di abad 19 hingga sekarang dan juga berfungsi sebagai tari pergaulan tersebut di antaranya ialah tari Legong Kraton, Joged Bumbung dan Barong.
Tiga Genre Tari Tradisional Bali sebenarnya telah didaftarkan menjadi warisan budaya UNESCO sejak 2011, namun baru dapat terealisasi pada 2016.
Dengan terdaftarnya tiga genre tari tradisional Bali tersebut, maka Indonesia telah memiliki tujuh elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Enam elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012).
Presiden Joko Widodo sebelumnya membuka Pawai Budaya Pesta Kebudayaan Bali yang diselenggarakan di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Sabtu sore. Menurut Presiden, acara kesenian tersebut sebagai media pendidikan, serta dapat menggerakkan ekonomi masyarakat Bali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Skincare Berbasis Exosome Kian Populer, Apa Bedanya dengan Formula Biasa?
-
Makin Mudah, Ini Keuntungan Belanja Fashion Premium Secara Online
-
Layanan Keuangan Makin Digital, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati Masyarakat
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
-
7 Zodiak Paling Beruntung Besok 9 Juni 2026, Salah Satu Hari Terhoki Tahun Ini
-
Dari Labubu sampai Si Juki, Amazing Toy Show Jakarta Bakal Satukan Kreator dan Kolektor
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih
-
Berapa Harga Crocs Asli? Ini Cara Membedakannya dengan yang Palsu
-
5 Bedak Tabur yang Bagus untuk Usia 30-an, Bikin Makeup Halus dan Tahan Lama
-
5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan