Suara.com - Perpustakaan nasional (Perpusnas) niat mendaftarkan cerita Panji menjadi warisan UNESCO sebagai "Memory of the World" atau MOW. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik niat itu.
"Kami sejauh ini sudah komunikasi wacana realisasi itu dan mudah-mudahan bisa dilakukan," kata Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nono Adya Supriyatno saat ditemui di Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/5/2016).
Namun untuk proses penetapan warisan budaya dunia, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Bahkan, untuk penetapan pun harus melalui berbagai tahapan dan kajian. Pemerintah daerah harus proaktif.
"Pemerintah daerah juga harus seriusi dan kirim surat ke pusat, nanti akan diantar ke UNESCO," katanya menganjurkan.
Sementara itu Pemerintah Kota Kediri mendukung rencana dari Perpusnas tersebut yang berniat mendaftarkan cerita Panji menjadi warisan UNESCO sebagai "Memory of the World" atau MOW.
"Kami sebagai orang yang hidup, lahir dan sekarang tinggal dimana cerita Panji itu dulu ada, kami berkewajiban untuk lebih giat lagi, menggali dan melestarikan serta mengembangkan cerita Panji ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Parwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar.
Nur juga mengatakan tidak mengklaim cerita Panji dari Kediri. Namun di Kediri juga masuk dalam historis cerita Panji, yang ditelusuri dari berbagai peninggalannya misalnya Goa Selomangleng, Taman Sekartaji, hingga nama daerah di Kota Kediri.
"Cerita Panji itu kaya versi dan kaya fragmen, ada potongan tertentu, dan dari cerita besarnya ditampilkan potongan-potongan, tapi biasanya sama, hanya menggunakan dialeg yang beda, bahasa yang beda," ujar Nur.
Cerita Panji dimulai di abad ke-13 atau pada masa awal Kerajaan Majapahit. Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur yang berasal dari abad ke-13 yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain.
Cerita itu melibatkan kisah percintaan antara Pangeran dari Daha dan satu dari Kediri. Yang laki-laki adalah Inu Kertapati dan yang perempuan Dewi Anggraeni dari Kediri.
Sejalan dengan berkembangnya Kerajaan Majapahit pada Abad ke-14 dan ke-15, Panji juga ikut tumbuh sehingga menyeberang ke Bali, Lombok, Kalimantan, dan ikut dibawa ke Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet