Suara.com - Pola makan yang sehat mempengaruhi semua aspek kehidupan Anda. Seperti melancarkan metabolisme tubuh, menurunnya risiko penyakit, meningkatkan suasana hati, hingga memperbaiki kualitas tidur di malam hari.
Tentu di antara Anda ada yang memiliki masalah dengan kualitas tidur. Jika ya, mulai sekarang coba perhatikan apa yang Anda konsumsi sehari-hari! Pasalnya, menurut sebuah penelitian, makanan dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti dari University of Pennysylvania Amerika Serikat mempelajari pola tidur 36 responden yang tidur sebanyak 10 jam dalam dua hari berturut-turut di rumah sakit kampus. Selama masa penelitian, peneliti mencatat perubahan fisiologis yang terjadi pada responden dengan menggunakan alat polisomnografi.
Peneliti mendapati, peningkatan asupan protein mendorong peningkatan kualitas tidur. Cara bekerja dengan membuat stabil denyut jantung dan ritme pernapasan seseorang.
Sebaliknya, mereka yang terlalu banyak mengonsumsi lemak, mengalami peningkatan denyut jantung dan ritme pernapasan yang memicu munculnya rasa gelisah selama tidur malam.
"Penelitian ini menambah wawasan tentang bagaimana gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas tidur," ujar Andrea M. Spaeth yang memimpin penelitian itu.
Penelitian lain pada 2013 juga menemukan hal yang sama, di mana orang-orang yang sering begadang lebih rentan terhadap kenaikan berat badan karena meningkatknya asupan kalori selama begadang. Mereka juga rentan mengalami berbagai penyakit.
Studi lain pada 2015 menyebut, makan terlalu malam dapat menghambat fungsi konsentrasi yang mengakibatkan seseorang menjadi kesulitan untuk tidur di malam hari. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Mengurangi Stres
-
Jangan Asal Pilih, Ini 5 Warna Seprai yang Bantu Tidur Lebih Nyenyak Menurut Ahli
-
Tren Minum Kopi Less Sugar hingga No Sugar Bisa Jadi Bumerang untuk Kulit, Kok Bisa?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali