Ditambah lagi fasilitas transportasi yang tidak memadai membuat para penduduknya lebih senang menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi bekerja. Mengakibatkan jumlah kendaraan pribadi lebih banyak ketimbang transportasi umum.
3. Jumlah Penganguran Yang Semakin Bertambah
Berbanding lurus dengan semakin padatnya jumlah penduduk. urbanisasi juga menyebabkan bertambah banyaknya jumlah pengangguran di Jakarta.
Alih-alih ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang terjadi justru semakin banyaknya pengangguran di kota tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tahun ini (Februari 2014 – Februari 2015).
Jumlah pengangguran di Indonesia meningkat 300 ribu orang, sehingga total pencapaian hingga 7,45 juta orang.
Data BPS mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,05% disusul jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), 17% dan Diploma I/II/III sebesar 7,49%.
Jadi pastikan Anda punya cukup skill yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan sebelum memutuskan hijrah ke Jakarta.
4. Mahalnya Biaya Hidup
Berbeda dengan daerah atau kota kecil lainnya. Meskipun Upah Minimum di Jakarta lebih tinggi dibandingkan kota kecil lainnya, namun hal tersebut sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan ketika hidup di Jakarta.
Mulai dari biaya makan, tempat tinggal, hingga biaya transportasi sehari-hari. Sebagai contoh, di Jakarta, biaya yang dibutuhkan untuk sekali makan minimal adalah sekitar Rp15.000. Di daerah lain? Belum tentu sebesar itu.
5. Banjir
Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, jika Jakarta menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Hal ini tentu saja berhubungan erat dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh warga Jakarta.
Ditambah dengan sistem saluran air dan drainase yang buruk. Yang dirancang hanya untuk menampung curah hujan 50-60 kilometer per jam, padahal idealnya drainase di Jakarta berkapasitas 80 kilometer per jam.
Kalau sudah begitu, setiap musim hujan datang, bersiaplah menerima "sumbangan air berlebih" dari sungai sekitar rumah.
6. Tindak Kriminalitas Cukup Tinggi
Meskipun tidak mencapai taraf mengkhawatirkan, namun pada kenyataannya tingkat kejahatan di Jakarta bisa dibilang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan masih cukup seringnya tindak kejahatan seperti pencurian atau perampokan yang terjadi di Jakarta setiap harinya.
Hal ini akan sangat berbahaya bagi Anda yang baru pertama kali datang ke Jakarta, di mana Anda belum mengetahui seluk beluk dari kota ini.
Masih ingin hijrah ke Jakarta? Jika iya. Apapun yang menjadi alasan Anda hijrah ke Jakarta, pastikan Anda mempunyai mental yang kuat serta Skill yang cukup memadai agar dapat bersaing dengan para pendatang lain ataupun mereka yang telah lebih dulu tinggal di kota yang sering kali dikatakan sebagai Etalase Indonesia ini.
Bukan menakut-nakuti Anda untuk tidak datang ke Jakarta, namun hal-hal di atas sudah sepatutnya masuk ke dalam daftar pertimbangan Anda.
Jangan mudah tergoda dengan kemewahan yang ditawarkan jika Anda datang ke Jakarta, hanya ketekunan dan kerja keras yang menjadikan Anda pribadi yang kuat dan sukses.
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
4 HP Spek Premium untuk Gaming Berat hingga Fotografi Kualitas Tinggi
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di PIK2, Saat Tepat Wujudkan Rumah dan Kendaraan Impian
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Suspensi Berlanjut, Saham WIKA Masih Belum Bisa Dibeli
-
Investor China Ancam Seret Proyek PSEL Makassar ke Arbitrase Internasional, Klaim Rugi Rp2,4 T
-
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
-
Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Solusi Pangan hingga Teknologi Perahu Surya
-
Pemerintah Klaim Lapangan Kerja Baru Lebih Banyak Ketimbang PHK