Suara.com - Pameran travel dan pariwisata terbesar se-Asia Pasifik atau Pacific Area Travel Association, PATA Travel Mart (PTM) 2016 akan berlangsung pada 7-9 September 2016, tapi registrasi media nasional maupun internasional sudah mulai berdatangan. Untuk media internasional saja tercatat lebih dari 100 pendaftaran.
“Eksposur PATA Trave Mart memang harus dimaksimalkan. Lebih dari 100 media internasional yang mendaftar, dan itu pun masih terbuka untuk media nasional maupun regional yang berada di destinasi-destinasi wisata. Kami juga masih membuka kesempatan bagi kawan-kawan media yang ingin meliput PATA Travel Mart 2016. Silakan datang,” ajak Manager Communications PATA, Paul Pruangkarn, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Acara ini akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Untuk meliput agenda besar ini diperlukan identity card (ID) khusus untuk media. Cara mendapatkannya, klik website resmi PATA: https: //www.pata.org/portfolio/ptm-2016/ dan isi aplikasinya, serta langsung akan diregistrasi oleh organizer. Semua informasi terkait PTM termasuk dalam form registrasi media dan tersaji di sana.
Bila sudah mengisi form registrasi media, jurnalis bisa langsung mengirimkan e-mail balasan ke: communications@PATA.org. Semua permohonan peliputan akan langsung diproses. Pendaftaran sendiri sudah dibuka sejak 15 Juli 2016.
“Bila sudah terverifikasi, media bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadwalkan wawancara pribadi dengan delegasi NTO (organisasi pariwisata nasional), masuk ke acara dan mengikuti konfrensi pers. Fasilitas lainnya, ada potongan harga untuk akomodasi hotel,” terang Paul dalam keterangan resminya.
Barisan media internasional yang meliput PATA Travel Mart juga bisa mendapatkan tur kota setengah hari dan transfer kembali ke bandara secara gratis. “Jadwal pastinya akan dikirim ke delegasi media yang terdaftar sebelum acara,” ungkapnya.
PTM Media Centre, nantinya mulai dibuka Kamis, 8 September 2016, pukul 09.00 WIB. Seluruh jurnalis bisa mendapatkan fasilitas area wawancara, terminal komputer dengan akses internet dan plug-in port USB serta printer. “Rincian detilnya, silakan lihat di web resmi PTM2016,” tambahnya.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pun terus memantau perkembangan PTM 2016, yang didukung Wonderful Indonesia. Di banyak event travel mart dunia, booth dan aktivitas Wonderful Indonesia selalu menjadi juara, sehingga ia ingin melakukannya saat Indonesia menjadi tuan rumah.
“Akan ada banyak buyer, wholeseller, dan mereka sudah berada di Jakarta, karena itu menjelaskannya bisa lebih komprehensif,” kata Menpar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard