10 Kebiasaan Kecil Ini Contoh Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Dalam Kehidupan Sehari hari

Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi Garuda Pancasila (Unsplash/Mufid Majnun)
BACA 10 DETIK
  • Sila kelima Pancasila mengajarkan penciptaan kehidupan yang adil melalui tindakan sederhana di berbagai lingkungan.
  • Contoh pengamalannya mencakup sikap adil, menghargai hak, bertanggung jawab, dan membantu sesama manusia.
  • Penerapan nilai keadilan sosial dapat dilakukan secara konsisten dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Suara.com - Pengamalan sila ke-5 dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana, mulai dari bersikap adil kepada orang lain, menghargai hak sesama, hingga membantu orang yang membutuhkan.

Sila ke-5 Pancasila berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Sila ini mengajarkan pentingnya menciptakan kehidupan yang adil dan seimbang, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat.

Lantas, apa saja contoh pengamalan sila ke-5 dalam kehidupan sehari-hari?

Contoh Pengamalan Sila ke-5

Ilustrasi Pancasila (magnific.com/freepik)

Pengamalan sila ke-5 tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Sikap adil dan menghormati hak orang lain juga menjadi bagian penting dalam menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa contohnya:

1. Bersikap adil kepada semua orang
Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang ekonomi, suku, agama, maupun kondisi sosial merupakan salah satu contoh pengamalan sila ke-5.

Setiap orang perlu diperlakukan secara adil dan mendapatkan kesempatan yang sama sesuai haknya.

2. Menghargai hak orang lain
Contoh lainnya adalah tidak mengambil atau menggunakan sesuatu yang menjadi hak orang lain tanpa izin.

Sikap ini dapat diterapkan di rumah, sekolah, tempat kerja hingga lingkungan masyarakat.

3. Melaksanakan kewajiban dengan bertanggung jawab
Keadilan tidak hanya berkaitan dengan mendapatkan hak, tetapi juga menjalankan kewajiban.

Misalnya, siswa mengerjakan tugas sekolah, anggota keluarga membantu pekerjaan rumah, atau warga ikut menjaga kebersihan lingkungan.

4. Mau membantu orang yang membutuhkan
Membantu sesama sesuai kemampuan juga mencerminkan nilai keadilan sosial.

Contohnya memberikan bantuan kepada tetangga yang sedang mengalami kesulitan, ikut kegiatan sosial, atau membantu teman yang membutuhkan pertolongan.

5. Tidak bersikap boros
Menggunakan sumber daya secara bijak juga dapat menjadi bentuk pengamalan sila ke-5.

Misalnya menggunakan air dan listrik seperlunya serta tidak membuang makanan. Kebiasaan tersebut membantu menjaga agar sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih bertanggung jawab.

6. Menghormati hasil kerja orang lain
Menghargai hasil kerja orang lain dapat dilakukan dengan tidak mengambil keuntungan secara tidak adil.

Contohnya memberikan upah sesuai kesepakatan kepada pekerja atau tidak mengakui hasil karya orang lain sebagai milik sendiri.

7. Membiasakan gotong royong
Gotong royong menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih seimbang.

Membersihkan lingkungan bersama, membantu tetangga, atau ikut kegiatan sosial merupakan contoh penerapan nilai keadilan sosial di lingkungan sekitar.

8. Menyelesaikan masalah secara adil
Ketika terjadi perselisihan, setiap pihak sebaiknya diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Keputusan yang diambil juga perlu mempertimbangkan kepentingan bersama, bukan hanya menguntungkan salah satu pihak.

9. Tidak memaksakan kepentingan pribadi
Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang perlu mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Misalnya, tidak menggunakan fasilitas umum secara berlebihan atau melakukan sesuatu yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

10. Berbagi sesuai kemampuan
Berbagi tidak selalu berarti memberikan sesuatu dalam jumlah besar. Membantu orang lain sesuai kemampuan juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.

Contohnya berbagi makanan, menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai, atau membantu teman memahami pelajaran.

Pengamalan Sila ke-5 di Lingkungan Keluarga

Di lingkungan keluarga, pengamalan sila ke-5 dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Orang tua dapat membagi tugas rumah secara adil kepada anggota keluarga. Anak juga dapat menghargai hak saudara, berbagi dengan anggota keluarga dan tidak mengambil barang milik orang lain tanpa izin.

Selain itu, setiap anggota keluarga perlu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan diperlakukan secara adil.

Pengamalan Sila ke-5 di Sekolah

Di sekolah, nilai sila ke-5 dapat diterapkan dengan memperlakukan teman secara adil dan tidak melakukan perundungan atau diskriminasi.

Siswa juga dapat menerapkannya dengan melaksanakan piket sesuai jadwal, mengerjakan tugas secara bertanggung jawab, menjaga fasilitas sekolah, serta membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.

Pengamalan Sila ke-5 di Masyarakat

Sementara itu, di lingkungan masyarakat, penerapan sila ke-5 dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan gotong royong, menghormati hak tetangga, menjaga fasilitas umum dan membantu warga yang membutuhkan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa keadilan sosial dapat dimulai dari perilaku sehari-hari yang dilakukan secara konsisten.

Pada dasarnya, pengamalan sila ke-5 dalam kehidupan sehari-hari tidak harus berupa tindakan besar. Bersikap adil, menghargai hak orang lain, menjalankan kewajiban dan peduli terhadap sesama merupakan langkah sederhana untuk menerapkan nilai “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com