Suara.com - Memilih berbagai sayuran, lauk pauk, bumbu serta aneka topping sendiri ketika menyantap Shabu Shabu, mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, bagaimana kalau Shabu Shabu disajikan dalam personal pot tanpa harus repot-repot meraciknya sendiri?
Inilah yang bisa Anda dapatkan jika berkunjung ke sebuah restoran bernama Double Pots. Restoran yang terletak di Gandaria City, Jakarta Selatan ini memang dikenal dalam menyajikan Shabu Shabu yang cukup berbeda.
Saat mengunjungi restoran yang buka pada Juli lalu, pengunjung seakan disambut oleh mural besar yang menggambarkan sosok seorang anak kecil yang tengah tertawa ceria.
Mata seakan dimanjakan dengan interior berkonsep modern kontemporer. Seakan berpadu dengan nuansa oriental yang khas, pengunjung bisa melihat penggunaan kayu disetiap sudutnya.
Meski tak terlalu besar, restoran berkapasitas 68 orang ini tetap membuat nyaman para pengunjung yang datang. Belum lagi kepulan asap dari setiap meja dan aroma lezat dari kuah sup yang tersajikan, membuat siapa pun tergoda untuk mencicipi hidangan di sini.
Restoran ini, menurut Jacky Yen, salah satu pemilik Double Pots, memang mengusung konsep Shabu Shabu Fusion, dimana para pecinta kuliner dapat menikmati hidangan ini dengan cita rasa Taiwan, Korea, Jepang, Cina bahkan Indonesia.
Penasaran seperti apa Shabu Shabu Fusion milik Double Pots, saya pun memutuskan untuk memesan Korean Spicy Hot Soup dengan harga Rp70 ribu. Seporsi Korean Spicy Hot Soup berisi potongan daging sapi, Korean ramen, sosis sapi, rice cake, jamur enoki, kubis, sawi putih, tahu, dan berbagai macam bakso seafood yang di atasnya diberi selembar keju mozarella.
Rasanya begitu gurih, pedas, creamy dan sarat dengan aroma rempah dari biji mala khas Taiwan. Hidangan ini memang cocok bagi mereka yang suka pedas.
Selain itu ada pula Taiwan Spicy Hot Soup dengan sajian lengkap berupa mie Taiwan, potongan daging sapi, bakso sapi, tahu, berbagai bakso seafood, tempura, jamur enoki, jagung, dan aneka sayuran. Rasa hidangan satu ini lebih kuat daripada Korean Spicy Hot Soup namun disajikan bersama mie yang lembut. Kuahnya pun begitu nikmat disantap selagi hangat.
Selain dari Taiwan dan Korea, ada juga menu Japanese Seafood Hot Soup, Indonesia Oxtail Hot Soup, Beef Hot Soup, hingga Taiwanese BBQ Hot Soup.
Hidangan-hidangan ini disajikam dalam wajan mini berukuran sekitar 15-20 sentimeter. Saat datang, pelayan akan membakar api untuk memasak hidangan, yang sudah dijadikan satu seluruhnya. Anda hanya harus menunggu hingga api padam sambil mengaduk hidangan tersebut, agar matang secara keseluruhan.
"Konsep awalnya kami ingin menyajikan Shabu Shabu dengan porsi personal. Shabu Shabu biasanya makannya harus bareng-bareng minimal empat orang. Di Double Pots kami menyediakan porsi personal yang pas untuk satu orang," kata dia.
Soal konsep, lanjutnya, Double Pots sengaja mengadopsi beberapa restoran Shabu Shabu yang ada di Taiwan. Di sana, konsep ini begitu populer, khususnya bagi pekerja dan anak muda.
Tertarik mencicipi seperti apa hidangan unik ini? Harga makanan di sini masih cukup terjangkau, hanya sekitar Rp68 ribu-Rp78 ribu. Selain di Gandaria City, Double Pots juga hadir di Cilandak Town Square, dengan jam buka mulai pukul 10.00-22.00 WIB.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Fashion hingga Kuliner, Begini Wajah Baru Brand Lokal Indonesia
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
Festival Kuliner, Dunia Fantasi, dan Pesona Ahn Hyo Seop di Tengah Kota Bandung
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!