Suara.com - Banyak calon pengantin yang memilih menggelar pesta pernikahan di gedung maupun taman agar lebih praktis. Namun, tak sedikit pula yang menjadikan rumah pribadinya sebagai tempat untuk merayakan hari spesial.
Sebagian pengantin menganggap resepsi di rumah bisa mengurangi biaya pernikahan. Pesta pun bisa lebih lama digelar dibandingkan di gedung.
Menurut Resti Nendia selaku pemilik catering dan jasa pernikahan, calon pengantin bisa menekan biaya untuk dekorasi jika resepsi dilakukan di rumah.
"Kalau catering saya rasa itu kan yang paling penting. Biayanya juga paling besar. Jadi agak sulit untuk kalo diminimalkan ke ketring. Paling bisanya di dekorasi," ungkap dia dalam gelaran 'Wedding Celebration Festival 2016' di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Selain itu, calon pengantin juga bisa menekan biaya dengan jumlah yang akan diundang. Semakin sedikit jumlah undangan, tentu biaya untuk catering pun akan semakin kecil.
Untuk makanan, lanjut Nendia yang sudah berpengalaman di dunia catering selama 12 tahun ini, sebaiknya calon pengantin berfokus pada menu prasmanan saja. Sedangkan untuk menu gubukan, bisa menggunakan 2-3 saja, karena digunakan hanya sebagai pelengkap.
"Perhatikan juga, rumahnya kira-kira memungkinkan, biar dekorasinya tidak terkesan maksa. Ketersediaan parkir juga harus dipikirkan, biar tamunya tidak merasa kesulitan," tambah dia.
Meski begitu, lanjutnya, soal biaya, baik pesta di gedung atau di rumah, keduanya bisa disesuaikan. Tergantung dengan kemampuan dan jumlah orang yang akan diundang.
Baca Juga: Tips Memilih Cincin Kawin
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- KGPAA Mangkunegara X Akan Tinggalkan Mangkunegaran untuk Kuliah S2 di London
Pilihan
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina, Warga Diminta Pakai Masker N95
-
Ada 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan
-
Kahitna 40 Tahun: Tiga Hari Lagi Empat Dekade Cinta Bertemu di Satu Panggung
-
Bandara SSK II Pekanbaru Buka Penerbangan Langsung Rute ke Bandung
-
Pasar Kripto Mulai Bergairah, Bitcoin Lagi Terbang
-
Perusahaan Ikut Berlomba Cari Cuan di Ajang MotoGP Mandalika
-
Rupiah Melemah Imbas Kembali Memanasnya Timur Tengah
-
Tren Nama Anak Sulit Dieja: Sudahkah Orang Tua Memikirkan Repotnya Kelak?
-
Dekananto Eko Naik Pangkat! Wakapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Dua
-
Dewasa Ternyata Melelahkan: Bedah Makna di Balik Lagu 'Masa Mudaku Habis'