Suara.com - Bagi sebagian orang, ikatan pernikahan bukanlah hubungan yang sederhana. Bahkan, pernikahan dianggap hal yang menyulitkan. Pemikiran ini bukan hanya sering terlintas pada lelaki, namun juga perempuan modern di saat ini.
Banyak dari mereka tidak terburu-buru untuk memikirkan tentang pernikahan. Mereka menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang menarik untuk dilakukan dalam hidup, dibandingkan memulai sebuah keluarga.
Dalam beberapa survei, banyak perempuan menyatakan pendapat mereka tentang pernikahan dan menjelaskan mengapa ingin menundanya sampai mereka benar-benar siap untuk masuk ke dalam sebuah komitmen. Berikut adalah beberapa alasan di balik hal tersebut seperti dilansir Boldsky.
Alasan 1
Sebagian besar pasangan menikah mengaku tidak bahagia. Dan ini membuat sebagian dari perempuan yang belum menikah, menganggap bahwa pernikahan bisa membuat mereka tercekik dan menyebabkan rasa sakit selama sisa hidup.
Alasan 2
Menjadi istri seseorang membuat perempuan memiliki keterbatasan. Selain itu, mengganti nama keluarga dan hal lainnya dianggap terlalu formal dan ritualistik, daripada membahagiakan.
Alasan 3
Pindah ke rumah yang sama dan hidup bersama orang asing, selama sisa hidup adalah sesuatu yang mengerikan bagi beberapa perempuan.
Alasan 4
Tekanan untuk menikah sering datang dari keluarga dan lingkungan mereka. Apalagi jika perempuan tersebut sudah cukup berumur. Pada akhirnya, ini membuat mereka semakin benci dengan hal yang berhubungan pernikahan.
Alasan 5
Orang-orang di sekitar kita dan media seakan membuat pernikahan terlihat seperti pengorbanan yang harus dilakukan oleh seorang perempuan. Inilah membuat mereka menjadi anti dengan pernikahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!