Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebut Indonesia yang merupakan pemilik dari 25 persen kawasan mangrove dunia dan 60 persen kawasan mangrove ASEAN yang menjadi penopang terbesar menjaga suhu bumi.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/12/2016), ia mengatakan mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi karbon lima kali lebih besar dari jenis pohon lainnya.
Selain itu, menurut Menteri KLH, mangrove juga memiliki nilai ekonomi yang masih belum banyak diketahui masyarakat pesisir, salah satunya berupa jasa lingkungan yang berasal dari ekowisata.
Meski demikian, keberadaan mangrove di Indonesia, khususnya di pesisir utara Jawa, mendapatkan ancaman besar.Pengikisan pantai atau abrasi merupakan tantangan yang besar bagi penduduk, karena hampir 70 persen penduduk Indonesia hidup di wilayah pesisir dan hidup dari hasil laut.
Indramayu yang merupakan kota pesisir menjadi salah satu saksi dari adanya abrasi laut. Kota ini kehilangan satu dusunnya yang berada dekat bibir pantai akibat naiknya permukaan air laut.
Karena itu, menurut Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsul Alam, pihaknya menggagas pengembangan Arboretum Mangrove, sebuah pusat budi daya mangrove di kawasan Indramayu yang memiliki luas kawasan 5,6 hektare (ha) dan menjadi pusat pembibitan untuk 1.023 bibit dari 23 jenis mangrove.
Usaha penyelamatan kawasan pesisir Indramayu ini dimulai sejak 2008, dan hingga 2016 kawasan mangrove ini akhirnya menjadi rumah bagi 37 jenis burung. Dari lima ha kawasan ini sekitar lebih dari dua ha akan dijadikan sebagai bagian ekowisata sekaligus menjadi penopang suhu bumi karena memiliki kemampuan menyerap emisi karbon.
Wilayah laut Indonesia terdiri atas tiga zona, yaitu zona pantai, zona laut, dan zona dasar laut atau lepas pantai. Panjang garis pantai Indonesia, kata Syamsul, menjadi hal yang penting atau krusial dari bidang keamanan, dan dukungan keterlibatan masyarakat merupakan hal utama untuk menjaga tiap sudut Indonesia.
Ada 84.300 pengunjung yang tercatat datang dan belajar mengenai mangrove ke Arboretum Mangrove. Arboretum ini, menurut dia, menjadi kekayaan riset dunia, ada 665 lebih mangrove yang sudah ditanam, dan kawasan ini ditengarai juga sebagai kawasan yang memiliki jenis mangrove terlengkap, mulai dari Bintaro, Pidada, Tapak Kuda dan masih banyak lagi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Ngopi di Excelso Dapat Cashback Rp50.000 dari BRI, Begini Caranya!
-
Gus Ipul Ajak SDM Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlinsos
-
59 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi, Komnas HAM Minta Dudung Lapor ke Prabowo soal Papua
-
Mantra untuk Cinta dan Brengseknya Dunia: Ketika Sebuah Buku Jadi Penyelamat
-
Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Stabil dan Paling Banyak Dicari
-
Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Gibran: Maaf, Ya
-
Mau Quality Time Hemat di Tempat Hits? Intip Promo BRI yang Satu Ini
-
Kejagung Sita Rp 5 Miliar dari Ferry Boboho, Disebut Bagian dari Rp 40 Miliar Tan Kian
-
KPK Periksa 3 Saksi Baru dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar
-
Tanaman Monstera dan Sirih Gading Menurut Feng Shui Pembawa Hoki, Ini Penjelasannya