Suara.com - Setiap malam umumnya kita menghabiskan waktu beristirahat di kasur. Namun, tahukah Anda bahwa kasur yang selama ini menjadi alas untuk tidur setiap hari juga menjadi tempat nyaman bagi binatang kecil bernama tungau.
Menurut dr. Litya Ayu Kanya Anindya, SpKK, tungau merupakan serangan kecil berukuran kurang dari 0.2 milimeter yang senang hidup di tempat yang lembab seperti kasur, sofa hingga di bawah karpet rumah.
Tungau, tambah dia, hidup di tempat berdebu atau terpapar kulit mati manusia untuk mencari makan. Jika menginfeksi manusia, binatang kecil ini dapat memicu beragam masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi.
"Gangguan bisa berupa asma, ritnis alergik, dan dermatitis atopik yang merupakan jenis alergi kulit. Gangguan ini bisa timbul kalau ada pencetus, dalam hal ini tungau yang bersliweran di kasur, sofa, karpet atau furnitur yang memungkinkan kontak dengan kulit seseorang," ujar Litya di Jakarta, belum lama ini.
Untuk mencegah munculnya gangguan alergi kulit, ia menyarankan untuk menghindari pencetusnya, yakni kontak dengan tungau dengan cara rutin membersihkan furnitur.
"Prinsipnya cegah agar tungau tidak berkembang biak, caranya jangan dikasi makan. Makanan mereka itu debu, dan kotoran yang menempel di kasur, sofa, karpet dan lainnya. Jadi harus rutin membersihkan debu dalam karpet, sofa atau kasur sehingga tungau mati atau tersedot oleh alat pembersih tersebut," pungkas Litya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?