Suara.com - Tak terasa akhir tahun sudah di depan mata. Sebagian besar Anda tentu sudah memiliki rencana liburan untuk menghabiskan cuti akhir tahun.
Biasanya saat liburan kebiasaan diet seimbang tak lagi jadi prioritas. Kebanyakan akan menganggap bahwa masa liburan harus dinikmati sepuasnya, termasuk tak ada pantangan dalam mengonsumsi makanan apapun.
Hasilnya berat badan pun akan melonjak usai liburan. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan Cornell University yang mengukur pola berat badan sebelum dan setelah liburan. Hasilnya setelah liburan, 78 persen orang akan mengalami kenaikan berat badan.
Nah, tak ingin kan liburan Anda berakhir dengan 'PR' tambahan dalam menurunkan berat badan. Oleh karena itu sederet tips berikut mungkin bisa Anda praktikkan agar berat badan tak melonjak setelah musim liburan usai.
1. Makan sesuai dengan kemampuan tubuh
Saat mengunjungi destinasi wisata, Anda tentu akan tergoda untuk menikmati kuliner yang menjadi ciri khas di daerah tersebut. Akibatnya Anda akan lapar mata dan menuruti nafsu untuk melahap apapun. Nah, kebiasaan yang seperti ini yang bisa membuat kenaikan berat badan usai liburan. Sebaiknya kenali kemampuan tubuh Anda dan tidak memaksakan untuk mengonsumsi apapun yang hanya memuaskan nafsu Anda.
2. Persiapkan daftar menu makanan sehat selama liburan
Mungkin agak sedikit merepotkan ketika Anda harus meracik sendiri menu sehat selama liburan. Tapi di daerah tujuan wisata Anda tentu ada beberapa restoran yang menjual makanan sehat. Tak ada salahnya Anda meluangkan waktu untuk mengunjungi restoran tersebut agar bisa mendapatkan asupan makanan sehat meski sedang liburan.
3. Selalu sempatkan diri berolahraga
Pastikan Anda meluangkan waktu untuk berolahraga. Atau Anda bisa mengunjungu destinasi wisata yang menawarkan aktivitas berolahraga seperti ice skating, atau snorkeling.
4. Gunakan piring yang kecil
Studi yang dilakukan Cornell University juga menemukan bahwa orang mengonsumsi makanan 31 persen lebih banyak ketika makan dengan piring berukuran besar. Untuk itu peneliti menyarankan agar seseorang menggunakan piring kecil agar tak berlebihan dalam mengambil lauk pauk.
5. Batasi konsumsi alkohol
Tak hanya memabukkan, alkohol juga mengandung kalori yang tinggi. Studi tahun 2005 menemukan bahwa lelaki menambah 433 kalori dari konsumsi alkohol, sedangkan perempuan menambah asupan sebanyak 300 kalori. Tentu saja mengonsumsi minuman ini bisa memicu kenaikan berat badan usai liburan. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Cara Cek Desil Bansos dengan Mudah, Periksa Sekarang Jangan Sampai Terlewat!
-
Kapan Mulai Sholat Tarawih 2026? Ini Penetapan Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Resmi
-
Bank Buka Lagi Kapan? Ini Jadwal Buka BRI, BCA, hingga Mandiri usai Libur Imlek 2026
-
Apakah Retinol Bisa Dipakai untuk Kulit Kering? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Ringan
-
Bukan Cuma Masjid Jogokariyan! Ini 6 Lokasi 'Emas' Takjil Gratis Ramadan 2026 di Jogja
-
Sunscreen Apa yang Bisa Bikin Glowing? Ini 5 Pilihan Mulai Rp29 Ribuan
-
25 Kata-Kata Ucapan Selamat Imlek 2026 dari Muslim yang Benar dan Sopan
-
Resep Kue Keranjang Goreng, Renyah di Luar Kenyal di Dalam
-
25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
-
Makna Tahun Kuda Api di Perayaan Imlek 2026, Pakar Feng Shui: FOMO, Ambisi, dan Risiko Burnout