Suara.com - Sebuah studi terkini di Inggris menemukan bahwa tak sedikit perempuan yang mengeluh nyeri saat berhubungan seks. Bahkan, survei yang dilakukan pada 7000 perempuan ini menemukan 1 dari 10 responden mengakui bahwa seks merupakan kegiatan yang menyakitkan.
Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obstetri and Gynecologic menekankan bahwa rasa nyeri yang dialami perempuan saat berhubungan seks merupakan masalah kronis yang kerap diabaikan.
Rasa nyeri saat berhubungan seks ini, menurut peneliti, paling sering dialami perempuan berusia 50-60an. Meski para perempuan muda juga tak luput dari rasa sakit ketika bercinta.
Penyebabnya, tambah peneliti, bisa disebabkan karena vagina kering, terutama paling sering dialami oleh perempuan yang sudah memasuki masa menopause. Beberapa penyebab lainnya, antara lain gejala Pre Menstrual Syndrom atau PMS, endometriosis dan fibroid.
"Perasaan tegang selama berhubungan seks juga dapat membuat rasa nyeri menjadi lebih buruk," ujar dr Kirstin Mitchell selaku peneliti utama.
Ia menambahkan, seperempat perempuan yang merasakan nyeri saat bercinta mengaku mengalaminya begitu sering. Bahkan kondisi ini menyebabkan 33 persen kaum hawa tak bahagia dengan kehidupan seks mereka.
Dr Kirstin mengatakan, tak semua perempuan punya nyali melaporkan rasa nyeri saat berhubungan seks pada pasangannya. Alasannya mereka takut pasangan meninggalkan mereka dan mencari perempuan lain. (Menshealth)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana