Suara.com - Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang cukup mengganggu, di manapun ia tumbuh, termasuk jerawat yang tumbuh di dalam telinga.
Selain sulit untuk diobati, karena berada di daerah yang tak bisa dijangkau, jerawat yang tumbuh di dalam telinga juga terasa lebih menyakitkan, dibandingkan dengan jerawat yang tumbuh di bagian tubuh lain, seperti wajah.
Nah, jika Anda memiliki jerawat di dalam telinga, berikut cara mudah untuk mengobatinya dilansir Boldsky. Perlu diingat, sebaiknya jangan menyepelekan jerawat yang tumbuh di area ini, karena dapat menyebabkan infeksi jika tidak ditangani.
1. Bersihkan dengan air
Membersihkan telinga dengan air dingin dapat membantu menghilangkan kotoran dan debu di dalamnya, sehingga dapat mencegah infeksi. Anda juga bisa mencuci telinga dengan sabun bebas alkohol, untuk membersihkan telinga secara menyeluruh, sehingga penyembuhan jerawat. Lakukan ini dua sampai tiga kali sehari untuk mencegah jerawat di dalam telinga.
2. Gunakan hidrogen peroksida
Menggunakan hidrogen peroksida dapat membantu mengobati jerawat di dalam telinga. Ambil bola kapas dan rendam dalam larutan hidrogen peroksida. Lalu, terapkan pada jerawat Anda dan biarkan beberapa waktu. Anti-inflamasi dan antibakteri yang ditemukan dalam hidrogen peroksida, dapat membantu mengeringkan jerawat dengan cepat, sehingga jerawat bisa sembuh sepenuhnya.
3. Alkohol
Salah satu cara terbaik untuk mengobati jerawat di dalam telinga adalah dengan menggunakan bantuan alkohol. Ini bisa membantu mengeringkan jerawat dan mencegah penyebaran infeksi. Ambil alkohol dan rendam dalam kapas. Miringkan kepala Anda selama beberapa waktu dan kemudian oleskan ke jerawat di dalam telinga. Tunggu beberapa waktu dan ulangi dua atau tiga kali dalam sehari.
4. Kantong teh hijau
Menggunakan kantong teh hijau adalah salah satu cara yang efektif untuk mengobati jerawat di telinga. Antioksidan dan sifat anti-inflamasi yang ditemukan dalam teh hijau, dapat membantu mencegah jerawat atau menyembuhkan jerawat di dalam telinga.
5. Menggunakan krim jerawat
Menggunakan krim jerawat adalah cara lain untuk menyingkirkan jerawat dalam telinga. Biasanya, di dalam krim jerawat terdapat benzoil peroksida sekitar 2-10 persen. Benzoil peroksida sangat membantu dalam mengobati jerawat, karena dapat mengeringkan jerawat di telinga dan mencegah penyebaran. Anda juga dapat menerapkan krim asam glikolat 10 persen untuk mengobati jerawat di telinga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka
-
Bedah Plastik Thailand Kian Diminati, Ini Alasan Standar Internasional Jadi Magnet Pasien Indonesia