Suara.com - Jepang selalu dipenuhi hal unik dan inovatif. Kali ini, Negeri Bunga Sakura tersebut sedang dihebohkan dengan semangka seharga 20ribu poundsterling atau sekitar Rp334 jutaan!
Buah semangka ini dijual di Pasar Sembikkya, pasar tertua yang didirikan pada 1834, khusus untuk sayur dan buah. Pasar ini cukup terkenal karena menjual berbagai buah dengan bentuk aneh, termasuk semangka berbentuk hati dan kotak.
Selain semangka unik, Pasar Sembikkya juga menjual anggur seukuran bola ping pong, hingga stroberi seukuran bola tenis. Keberadaan pasar tersebut sudah berjalan hingga 200 tahun.
Buah adalah sebuah bisnis besar di Jepang dan petani bisa menghabiskan tahunnya untuk melakukan budidaya buah ekstra besar dan berbentuk aneh, untuk dijual kepada pembeli dengan harga cukup tinggi.
"Memang cukup sulit mendapatkan bentuk stroberi dengan benar. Mereka kadang tumbuh sampai sebesar bola," kata salah pemilik toko buah di Pasar Sembikkya, Okuda Nichio.
Setiap stroberi membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk tumbuh di lahan pertanian Nichio. Dia hanya menjual 500 buah stroberi berukuran bola tenis setiap tahunnya, yang ia jual dengan harga ritel sekitar 500 ribu yen atau sekitar Rp60 jutaan per satu buah.
"Saya membutuhkan waktu 15 tahun untuk mencapai tingkat kesempurnaan," kata Nichio.
Jepang memang dikenal sebagai 'rumah' bagi beberapa buah paling mahal di dunia.
"Buah diperlakukan berbeda saat dalam budaya Asia, khususnya oleh masyarakat Jepang," jelas Soyeon Shim dari University of Wisconsin-Madison School of Human Ecology.
Baca Juga: Mau Lebih Murah ke Selandia Baru? Ini Triknya
Buah, lanjut dia, dianggap sebagai barang mewah dan memainkan bagian dari ritual penting untuk pemberian hadiah di Jepang.
Salah satu item paling populer di pasar itu, saat ini adalah buah anggur 'Ruby Roman', yang tumbuh besar seperti bola ping pong.
"Anggur, yang pertama kali dijual pada tahun 2008, ditanam untuk kebutuhan pemberian hadiah mewah di Jepang," kata juru bicara Ruby Roman, Hirano Keisuke.
Sekarang, anggur ini dijual sekitar 100ribu Yen atau kisaran Rp12 jutaan per satu ranting dan perusahaan hanya membawa 2.400 ranting ke pasar setiap tahun.
"Dalam beberapa hal, ini seperti cokelat mewah. Memberikannya sebagai hadiah dan bentuk kepedulian dengan orang lain," kata Cecilia Smith Fujishima, dosen universitas di Shirayuri University di Tokyo. [Metro]
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
4 Serum Lokal untuk Atasi Kulit Kendur, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Apakah Boleh Memakai Lipstik di Pipi? Ini 4 Rekomendasi Produk yang Aman dan Multifungsi
-
Megah! Mal Ini Disulap Jadi Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026, Intip Dekorasi Cantiknya
-
7 Bedak Paling Laris di Shopee, Cocok untuk Tutupi Flek Hitam dan Kerutan
-
Apakah Boleh Bayar Utang Puasa Ramadan setelah Nisfu Syaban? Simak Penjelasannya
-
Terpopuler: Teka-teki Ayah Ressa Anak Denada hingga Lipstik untuk Usia 60 Tahun
-
7 Rekomendasi Produk Skincare Yang Bantu Atasi Bopeng di Wajah
-
Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini Lewat Peran Guru dan Komunitas Sekolah
-
5 Pilihan Investasi untuk Ibu Rumah Tangga dengan Modal Receh
-
5 Produk Eksfoliasi Mandelic Acid untuk Atasi Flek Hitam, Cocok untuk Kulit Sensitif