Suara.com - Berada di wilayah pesisir membuat kehidupan masyarakat Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau, terikat dengan kehidupan bahari. Mulai dari mata pencaharian hingga kuliner unggulan, laut, dan segala isinya merupakan andalan masyarakat sekitar.
Para penghuni laut juga menjadi satu hal yang menginspirasi salah satu penduduk asli Tanjungpinang membuat batik dengan motif hewan laut, terutama si siput gurih, gonggong.
Gonggong atau (Strombus Turturella) adalah salah satu jenis siput laut yang banyak terdapat di wilayah perairan Pulau Bintan Kepulauan Riau.
Adalah Efiyar M. Amin, sosok kreatif di balik batik gonggong, dan merupakan pemilik sekaligus pembuat desain batik gonggong. Tak sendiri, dia mengajak sang sahabat, Onny, turut serta membantu membuat dan mematenkan beberapa motif lain. Toko resmi batik gonggong sendiri hanya berada di Jalan RH Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Batik gonggong terbilang baru dalam dunia desain Tanah Air karena baru terlahir dari tangan Efiyar dan Onny pada 2010 silam.
Meski baru tujuh tahun berdiri, batik gonggong sudah mulai dilirik desainer nasional sekelas Ivan Gunawan, dan menjadi identitas Kota Tanjungpinang sebagai cinderamata khas Kota Gurindam tersebut.
"Meski belum diwajibkan, tapi sudah banyak PNS (Kota Tanjungpinang) yang menggunakan batik gonggong sebagai seragam," ungkap salah satu pegawai di gerai Batik Gonggong, Anggi.
Batik gonggong diproduksi dalam bentuk kain, baju, syal, dan produk lainnya. Sayangnya, karena kualitas air Kepulauan Riau yang cenderung mengandung bauksit atau biji almunium, maka proses produksi kain batik motif gonggong masih berada di tanah batik, Pekalongan.
"Pernah dicoba, tapi tidak cocok," jelas Anggi mengomentari kualitas air di Tanjungpinang.
Baca Juga: Kolaborasi Budaya dalam Batik Iwan Tirta
Selain motif gonggong, batik gonggong yang dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp170 ribu juga memiliki beragam motif, seperti kerang atau binatang laut lainnya. Warnanya yang cerah, membuat si pemakai batik gonggong semakin ceria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN