Puas menikmati suasana dan berfoto, saatnya memanjakan lidah dengan ragam masakan yang disajikan Padang Merdeka, yang diletakkan pramusaji di masing-masing meja pengunjung.
Untuk cita rasa, Iwan, salah satu juru masak sekaligus Manajer Operasional di restoran ini, mengungkap bahwa Padang Merdeka memang lebih mengunggulkan cita rasa olahan khas Padang dan Bukittinggi, yang terdiri dari ayam pop, rendang, dendeng batokok hingga ayam goreng.
"Warnanya lebih cerah, bumbu lebih tajam. Tapi untuk menyesuaikan lidah semua orang, kami memang tambahkan sedikit rasa manis dalam masakan. Tapi itu tidak akan merusak rasa asli dari masakan Padangnya," jelas dia.
Untuk menjaga agar rasanya tetap orisinal, lanjut dia, Padang Merdeka menggunakan 75 persen bumbu dan rempah langsung dari daerah aslinya, seperti cabai, cengkih, kayu manis, dan lainnya.
Jika Anda berkesempatan datang ke sini, Iwan mengatakan Ayam Pop bisa dibilang menjadi menu unggulan restoran ini. Saya pun penasaran untuk langsung mencobanya.
Dilihat dari tampilan luarnya, Ayam Pop di sini memang terlihat lebih putih dan lebih basah dari restoran lainnya, dengan penggunaan santan juga gula. Dan benar saja, rasanya sangat tidak mengecewakan. Bumbu ayam pop yang gurih dan sedikit manis seakan begitu meresap hingga dalam daging.
Teksturnya juga sangat lembut, begitu lezat saat disantap dengan nasi hangat dan sambal khas yang hanya dimiliki Padang Merdeka. Selain terbuat dari beragam cabai dan bawang, ada tambahan susu kental manis, terasi dan petai yang juga ikut haluskan di dalamnya. Jadi, tak heran bila begitu kaya rasa.
Adapula Gulai Kepala Ikan Kakap yang cukup menggoda. Dilihat dari warnanya, gulai satu ini memang lebih kuning cerah, dan aroma bumbunya begitu kental terasa.
Rasanya begitu lezat, dan jauh dari aroma amis yang biasa timbul dari kepala ikan kakap. Teksturnya yang lembut dan pas, membuat hidangan satu ini tak boleh dilewatkan saat ke Padang Merdeka.
Deretan menu lainnya yang wajib dicicipi adalah, Dendeng Lambok dan Dendeng Batokok yang khas dengan kelezatan sambalnya. Rendang berbumbu asli dari tanah Minang, Gulai Otak yang legit, hingga Cincang dan Tunjang.
Untuk sayurnya, Padang Merdeka menghadirkan ragam sayur yang menemani lauk pauk lainnya. Seperti sayur gulai nangka, tumis pare, labu siam hingga yang cukup khas adalah sayur ubi tumbuk.
Mirip seperti sayur gulai daun singkong, namun untuk memasak sayur satu ini, kata Iwan, daun harus ditumbuk terlebih dahulu. Bedanya ada tambahan tekokak di dalamnya untuk menambah kelezatan.
Tertarik menikmati puluhan jenis masakan di Padang di Padang Merdeka? Harganya cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp18 ribu. Padang Merdeka buka mulai pukul 09.30-24.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban
-
Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?
-
Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina
-
Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah
-
Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?
-
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
-
Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam