Suara.com - Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak semua pihak untuk menjadikan Perayaan Hari Kopi Internasional (Internasional Cofee Day) 1 Oktober 2017 yang dipusatkan di Lampung sebagai momen mengangkat harkat dan martabat kopi Lampung.
"Kerja sama semua pihak, bakal berefek bagi kesejahteraan petani kopi Lampung," kata dia, di Bandarlampung, Sabtu (17/6/2017).
Menurut Ridho, kopi Lampung harus punya ciri khas dan daya tarik. Dengan branding yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan permintaan kopi Lampung di kalangan generasi muda.
Selain itu, kopi dapat pula dijadikan sebagai salah satu konten pariwisata Lampung, sebagai upaya menyejahterakan petani kopi dan mengajak masyarakat cinta kopi dalam negeri khususnya kopi robusta Lampung.
Ketua Gabungan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) Hutama Sughandi menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur Lampung yang peduli atas kemajuan kopi Lampung.
Ia mengakui kopi Lampung merupakan salah satu campuran terbaik di dunia untuk menghasilkan kopi espreso dengan cita rasa terbaik.
"Kopi Lampung memiliki karakteristik dan ciri khas yang unik, memiliki aroma khas, karena dibudidayakan di atas tanah pertanian yang subur," kata Hutama.
Peringatan Hari Kopi Internasional, menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Toni L. Tobing diisi dengan beberapa kegiatan seperti seminar kopi robusta, pemutaran film dokumentasi kopi, wisata kopi, dan praktik budi daya kopi robusta, kemudian, bantuan bibit dan alat untuk petani kopi.
Selain itu, pameran produk kopi, pagelaran busana dan tari, lomba cup test, lomba barista, lomba kuliner berbahan kopi robusta, dan minum kopi gratis.
"Even berskala internasional ini mempunyai andil penting dalam upaya memperkenalkan kopi Lampung," ujar Toni.
Ketua GAEKI Lampung, Anton Firmansyah, menyatakan siap mendukung upaya Provinsi Lampung menyukseskan Hari Kopi Internasional.
"GAEKI akan bersinergitas dengan Dinas Perindustrian dan Dinas Peternakan dan Perkebunan untuk mengedukasi petani Lampung agar dapat mengintensifkan lahan perkebunan kopi rakyat. Ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Lampung," tutupnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan
-
IHSG Masih Loyo di Awal Perdagangan Selasa, Pantau Saham Bank
-
Premi Asuransi Kesehatan Terancam Naik? Ini Penjelasan Resmi OJK
-
Dari Takut ke Terbiasa: Perjalananku Mengenal TransJakarta
-
4 Shade Cushion Viva dan Cara Memilihnya agar Sesuai Undertone Kulit
-
Pecah Telur! Toy Story 5 Jadi Film Terlaris 2026 usai Raup Rp18,3 Triliun
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Cara Menggunakan My FanCam di Galaxy Fold8, Nonton Konser Bisa Puas Pantau Aksi Bias
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses