Suara.com - Line, layanan komunikasi berbasis internet asal Jepang, berencana membuka sebuah taman hiburan digital di Bangkok, Thailand, demikian diwartakan kantor berita Associated Press, Kamis (22/6/2017).
Line Village Bangkok akan mulai beroperasi Jumat (23/6/2017) sebagai toko ritel yang menjual boneka dan merchandise lainnya. Tetapi pada akhir tahun ini gerai itu akan diperluas menjadi sebuah kompleks tiga lantai yang menyediakan berbagai wahana hiburan berteknologi realitas maya.
Line sebelumnya telah membuka toko serupa di kampung halamannya Jepang, juga di Korea Selatan dan Taiwan. Tetapi Bangkok dinilai sebagai pilihan strategis, mengingat Thailand adalah pasar terbesar kedua Line setelah Jepang dan karenanya akan menjadi lokasi pertama yang dilengkapi dengan taman hiburan.
Kampanart Wonghongkul, direktur eksekutif proyek itu, mengatakan pihaknya berharap taman hiburan yang menelan investasi sebesar 500 juta baht (sekitar Rp196 miliar) itu akan menarik 12 juta pengunjung setiap tahunnya.
Lokasi Line Village sendiri berada di Siam Square, salah satu lokasi nongkrong favorit anak muda di Bangkok yang dikenal sebagai pusat mode di negeri itu.
Sejak diluncurkan pada 2011, Line yang bermarkas di Jepang tetapi dimiliki oleh perusahaan Korsel itu telah memiliki sekitar 200 juta pengguna di seluruh dunia. Sebanyak 44 juga pengguna berada di Thailand.
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029
-
Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital