Suara.com - Semangat merayakan Hari Kemerdekaan RI belum habis. Tak terkecuali di pusat perbelanjaan ternama Jakarta, Grand Indonesia Shopping Center.
Tepat pukul 14.00 WIB, arena Fountain Atrium yang terletak di lantai 3A, Grand Indonesia, diserbu puluhan kawanan dengan pakaian merah putih.
Tak lama kemudian, orang-orang yang terdiri dari orangtua hingga pemuda, suster Katolik hingga perempuan berhijab, warga Flores hingga keturunan Cina, berjejer sambil menyanyikan salah satu lagu nasional, "Bangun Pemudi Pemuda".
Mereka sontak menjadi pusat perhatian pengunjung mal. Tak sedikit dari pengunjung yang awalnya hanya hendak melintas, terdiam sebentar untuk sekadar menikmati lagu atau hanya menangkap momen langka tersebut.
Sedikitnya, lima lagu nasional didendangkan dalam acara "kejutan" tersebut. Kelima lagu itu adalah, "Bangun Pemudi Pemuda", "Rayuan Pulau Kelapa", "Ibu Pertiwi", "Indonesia Pusaka" hingga "Mars Pancasila". Mereka adalah semua orang yang mewakili Bangsa Indonesia yang beragam, dan diwakilkan Komunitas Gita Negeriku.
Salah satu pendiri Gita Negeriku, Stefanini mengatakan, acara ini diinisiasi dalam rangka mengingatkan kembali masyarakat Indonesia dengan lagu-lagu nasional.
"Pasca Pilkada (DKI Jakarta) kemarin, masyarakat terpecah belah menjadi dua, dan malah semakin tajam. Tapi sebetulnya setelah itu harusnya semakin mereda, tetapi tidak. Maka, lagu-lagu nasional lah yang bisa mempersatukan kita kembali. Lagipula ada gejala lagu nasional kini berjarak dengan masyarakat, dan masyarakat lebih paham lagu pop," kata Stefanini sesaat setelah pertunjukan di Jakarta, Kamis, (17/8/2017).
Sementara itu, pemilihan lokasi di tempat perbelanjaan merupakan inisiatif Gita Negeriku agar acara bermuatan nasionalisme ini dapat dinikmati secara luas di ruang publik.
Salah satu peserta flashmob asal Flores, yaitu Laurent Aliandoe (69), mengaku ikut kegiatan tersebut secara suka rela dan dadakan. Laurent ikut menari dan bernyanyi di barisan depan, meski tak pernah ikut latihan.
"Ini sangat positif, tidak menyangka ada acara seperti ini di mal sebesar ini," ucapnya.
Lelaki paruh baya tersebut mengaku merasa bersyukur karena para pahlawan telah memberikan jiwa raganya demi kemerdekaan Indonesia.
"Kita harus bersyukur memberikan jiwa demi kemerdekaan yang kita nikmati sekarang. Tentunya kita harus melanjutkan perjuangannya mereka," tutup Laurent.
Berikut, keseruan flashmob kemerdekaan di GIST:
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan
-
Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif
-
Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Tak Perlu Khawatir
-
6 Sepeda Roadbike Termurah untuk Pemula 2026 dan Tips Memilihnya dari Cyclist
-
5 Sepatu Lari Nike Termurah di Sports Station, Harga Mulai Rp400 Ribuan
-
Bukan Soal Jumlah, Frekuensi Pakaian Dapat Tentukan Dampak Lingkungan