Suara.com - Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan sekadar masalah estetika, melainkan sudah menjadi ancaman iklim serius, apalagi limbah makanan. Ketika suatu makanan berakhir di tempat sampah, seluruh energi, air, dan sumber daya yang digunakan akan terbuang percuma.
Dikutip dari Indonesia Environment & Energy Center, produksi pangan sendiri menyumbang lebih dari 30% emisi gas rumah kaca global. Ini berarti membuang makanan dapat memperbesar jejak karbon secara tidak langsung.
Di balik isu kelaparan, tumpukan food waste di perkotaan menjadi penyumbang utama gas metana yang mempercepat kerusakan lingkungan. Menyadari bahaya tersebut, Food Cycle Indonesia hadir sejak 2017 dengan tujuan untuk mencegat surplus pangan agar tidak berakhir menjadi limbah. Komunitas ini membuktikan bahwa jika surplus pangan diolah secara bijak, mampu mencegah jutaan kilogram emisi karbon masuk ke atmosfer.
Hingga Maret 2026, Food Cycle Indonesia berhasil menyelamatkan 1.680 ton makanan yang hanya berpotensi menjadi limbah di TPA. Langkah ini memberikan dampak lingkungan yang masif, yakni mencegah terbentuknya 4,2 juta gas rumah kaca yang muncul akibat pembusukan makanan.
"Jadi ada sekitar 4 jutaan emisi karbon yang terhindarkan karena kita sudah selamatkan makanan-makannya," tegas Business Development dan Marketing Food Cycle Indonesia, Kukuh Napaki mengulangi pernyataannya.
Makanan Layak Konsumsi dan Tidak Layak Konsumsi
Masalah utama yang disasar oleh Food Cycle Indonesia adalah banyaknya makanan yang terbuang dari acara pesta, hotel, hingga pabrik. Sementara di sisi lain terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses pangan. Dalam operasionalnya, komunitas ini mengklasifikasikan makanan menjadi dua kategori: layak konsumsi dan tidak layak konsumsi.
Makanan yang masih layak konsumsi, akan disalurkan kepada penerima manfaat yang sudah melewati proses koordinasi ketat dengan lembaga sosial mitra. Sementara itu, sisa organik makanan yang sudah tidak dapat dikonsimsi akan diolah menjadi pakan ternak atau kompos agar tidak sia-sia terbuang di TPA.
Target jangka panjang dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan adalah mengedukasi publik agar setiap individu dan institusi memiliki semangat dalam menyelamatkan pangan. Hal ini dilakukan melalui gerakan di media sosial dan pelibatan relawan untuk meningkatkan kesadaran publik.
"Seandainya itu bisa diterapkan dan kita bisa duplikasi di tiap banyak institusi itu bisa lebih efektif lagi pengentasan masalah food waste itu," ungkap Kukuh. Dengan cara ini, Food Cycle Indonesia optimis masalah food waste dapat ditekan dari level rumah tangga hingga industri.
Baca Juga: Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya