Suara.com - Bicara tentang Kota Malang, maka salah satu yang paling mudah diingat adalah ragam destinasi wisatanya. Dan salah satu destinasi wisata murah meriah di kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya itu adalah Kampung Tridi alias tiga dimensi dan Kampung Warna-Warni.
Meski berbeda nama, namun keduanya berada dalam wilayah yang sama dan kerap menjadi pojok selfie favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Di Kampung Tridi, para wisatawan dapat berfoto dengan efek tiga dimensi di tembok rumah warga yang dilukis oleh para seniman salah satunya Edi Gimbal.
Sekretaris Paguyuban Kampung Tridi, Nuryanto mengatakan, ada sekitar 200 rumah warga yang dilukis dan dapat menjadi spot foto yang instagramable.
"Kita kasih tema berbeda, ada wayang, superhero, Tembok Cina sampai Menara Eiffel. Fotonya gratis, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp2.500 dan parkir kendaraan Rp8 ribu," ujar Nuryanto ketika disambangi Suara.com dalam Program Jelajah Gizi bersama Nutricia Sarihusada di Malang, belum lama ini.
Untuk menuju Kampung Warna-Warni dari Kampung Tridi, pengunjung bisa melewati jembatan kaca yang berada diatas aliran Sungai Brantas.
Disebut demikian karena bagian dasar jembatan terbuat dari kaca yang transparan, sehingga memacu adrenalin saat berada diatasnya.
Dari jembatan kaca ini pula pengunjung bisa melihat keindahan Kampung Warna-Warni dan Tridi dari ketinggian.
Baca Juga: Cerita Epy Kusnandar Saat Divonis Hidupnya Tinggal 3 Bulan
Foto: Pengunjung memadati jembatan kaca. [Suara.com/Firsta Nodia]
Namun untuk menyeberangi jembatan ini, Anda harus merogoh kocek Rp2 ribu sebagai tiket masuk menuju Kampung Warna-Warni.
Diceritakan Nuryanto, dulunya kedua kampung ini tergolong kampung kumuh. Namun sejak dibantu Pemerintah Kota Malang dan sponsor dari perusahaan cat, kedua kampung yang mulanya disebut Jodipan ini bersolek jadi terlihat cantik.
"Proyek pengecatan rumah warga dimulai pada Agustus 2016, selama lima bulan, dan menghabiskan cat sebanyak 4 ton. Kalau difoto pakai drone (dari atas) warna kampung ini membentuk pelangi dan matahari terbit. Jadi kita bukan sekadar ngecat, ada motifnya," jelas Nuryanto.
Foto: Lukisan yang dihias di rumah warga. [Suara.com/Firsta Nodia]
Berita Terkait
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan