Suara.com - Merayakan ulang tahun keempatnya, Galeri Indonesia Kaya (GIK) mempersembahkan pertunjukkan tari bertajuk "Di Balik Topeng" yang digelar di mal Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (22/10/2017).
GIK bekerjasama dengan Bengkel Tari Ayubulan bersama Pusbitari, Exotica Borneo dan Daya Presta untuk menampilkan beragam tari topeng dari Nusantara.
"Bersama para maestro di bidang tari, pertunjukan ini menampilkan jenis tari topeng yang ada di berbagai daerah seperti Betawi, Kalimantan, Jawa Barat dan Bali," ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Topeng, menurut Renitasari, dipercaya telah ada di dunia sejak zaman pra-sejarah. Secara luas, topeng digunakan dalam tari-tarian yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur.
"Tari topeng merupakan tarian yang dikenal di seluruh penjuru Nusantara, bahkan di seluruh penjuru dunia," kata kurator acara sekaligus penari profesional, Ayu Bulantrisna Djelantik disela-sela pertunjukan.
"Ada banyak ragam jenis tari topeng di setiap daerah dengan ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Sayang, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan berbagai jenis topeng di Nusantara dan asal muasal serta perkembangannya," imbuh dia.
Pertunjukan berdurasi 90 menit ini dibuka dengan penampilan penari asal Bali, Ayubulan yang membawakan tarian Topeng Pengawit Tapel dari Bali.
Acara dilanjutkan dengan penampilan sanggar tari Daya Presta dengan Tarian Topeng Kedok Ekspresi khas Betawi; sanggar tari Pusbitari dengan Tarian Topeng Kelana Kasmaran dari Cirebon, Jawa Barat; sanggar tari Exotica Borneo menarikan Tarian Topeng Hudoq khas Dayak; dan Bengkel Tari Ayubulan yang membawakan Topeng Telek Jauk dari Bali.
Berita Terkait
-
Tampil di Pertunjukan Seni Musik dan Tari "Suara Harmoni Kalimantan", Oppie Andaresta Ungkap Perasaannya
-
Rayakan Keberagaman Melalui Pementasan Cerita Indonesia Bareng Sivia dan Wishnu Dewanta
-
Gandeng Ary Kirana, Pertunjukan "Kuntilanak Mangga Dua" Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih Sukses Hibur Penikmat Seni
-
Hadir dengan Wajah Baru, Galeri Indonesia Kaya Suguhkan Lagi Panggung Budaya untuk Penikmat Seni
-
Mengintip Kemeriahan Festival Lima Gunung di Lereng Gunung Andong
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara