Suara.com - Lewat visi dan tangan dinginnya, Agnez Mo bersama Bastian Purrer membangun LYKE, penggubah tren dan platform penemuan fesyen terlengkap dalam satu aplikasi cerdas dan mudah.
Sebagai Co-Founder dan Chief Creative Officer LYKE sejak pertengahan 2016, pelantun "Long As I Get Paid" itu bersama Bastian Purrer membangun dan membesarkan sebuah platform fesyen dengan dukungan teknologi terkini untuk semua orang. Dream it, Believe it and Make it happen!
Menggagas sekaligus mengelola dan membesarkan LYKE bagi Agnez Mo merupakan peluang terbaik memacu jiwa kewirausahaan, dan belajar memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberikan solusi bagi hidup banyak orang.
Setahun berlalu, Agnez dan Bastian bekerja begitu keras membangun sebuah tim yang saling menginspirasi dan mahir di bidang fesyen dan teknologi. Agnez memiliki latar belakang di bidang musik, sedangkan Bastian Purrer mahasiswa drop-out dari Harvard University dan veteran Silicon Valley. Dengan latar belakang berbeda, Co-Founder inipun saling mengilhami.
LYKE dirancang khusus menjadi sebuah aplikasi platform fesyen dan kecantikan berbeda dari yang lain, inovatif, dan menjadi acuan sekaligus menyajikan tren untuk para penggunannya. LYKE telah diunduh hampir dua juta di Playstore dan Appstore, karena menghadirkan 300 gerai fesyen terkemuka di Indonesia ke dalam satu platform aplikasi.
Melalui fitur Image Search, LYKE menawarkan solusi pencarian produk menggunakan gambar yang sangat mudah dan seru. Tanpa perlu mengetik cukup foto produk atau lakukan tangkapan layar, pengguna sudah bisa menemukan produk yang ingin dicari.
"Agnez Mo banyak memberikan inspirasi saat merancang fitur andalan terbaru LYKE Image Search. Fitur ini memastikan pencarian fesyen yang bukan hanya seru dan canggih, namun juga menyenangkan dan bisa menginspirasi semua kalangan yang menggunakannya. Sebagai inovator teknologi untuk platform fesyen dan kecantikan, LYKE ingin membuktikan komitmen untuk menghadirkan pengalaman belanja online yang menyenangkan. Fitur LYKE Image Search ini sebagai wujud inovasi teknologi terdepan," jelas Bastian Purrer.
Agnez pun mengumumkan dirinya secara aktif terlibat di tim LYKE dan bertindak sebagai Co-Founder LYKE Indonesia. Agnez dan Bastian ingin suatu hari LYKE menjadi access point untuk kebutuhan fesyen dan kecantikan bagi semua kalangan.
Ke depan, LYKE siap menjadi platform yang menawarkan solusi tampil keren namun tetap sesuai bujet dengan koleksi fesyen ter-update. Semua dihadirkan dalam satu aplikasi berwajah cerdas, ringan, dan user-friendly.
"Saya dan Bastian ingin menyampaikan rasa penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tim di LYKE atas kerja keras dan profesionalisme tinggi yang telah dicurahkan mereka selama setahun ini. Kami begitu bangga dan bersyukur menjadi pemimpin dalam tim kami ini. Kami tidak akan berhenti untuk bekerja demi menyuguhkan penemuan fesyen yang menyenangkan bagi masyarakat Indonesia dan mudah-mudahan juga untuk kalangan yang lebih luas lagi. Terima kasih," ungkap Agnez Mo.
Baca Juga: Mencicipi Restoran Manado Agnez Mo
LYKE merupakan aplikasi fesyen dan kecantikan pertama dengan 3.000 toko terbaik dan 200 ribu pilihan produk, yang dapat dibeli langsung di dalam aplikasi. LYKE memanfaatkan terobosan teknologi pencarian visual tercanggih melalui fitur image search.
Untuk dapat menggunakan fitur terbaru LYKE, bisa mengunduh aplikasinya di Playstore, AppStore, dan atau mengunjungi www.lyke.co.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi