Suara.com - Jika gelar pahlawan zaman dahulu disematkan pada sosok yang berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maka makna pahlawan masa kini bergeser pada sosok yang inspiratif dan memberi dampak positif bagi orang di sekelilingnya. Untuk mencetak pahlawan 'zaman now', perusahaan Nutrifood kembali mengadakan ajang Nutrifood Leadership Award (NLA) ke-12.
Dian Mariani selaku Nutrifood Human Resources Manager mengatakan, NLA merupakan salah satu inisiatif Nutrifood di bidang pendidikan yang diyakini mampu menginspirasi masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki banyak generasi muda yang berpotensi menjadi calon pemimpin di masa akan datang.
"Definisi pahlawan luas banget menurut saya tergantung persepsi masing-masing orang. Tapi buat saya para finalis NLA ini merupakan pahlawan karena mereka berupaya melakukan hal kecil yang bermakna bagi orang-orang di sekelilingnya," ujar Dian pada Penganugerahan Nutrifood Leadership Award 2017 di Jakarta, Rabu (8/11/2017).
Setelah menyeleksi ribuan peserta melalui beberapa tahapan audisi, Nutrifood akhirnya memilih 17 Finalis yang berhak mengikuti rangkaian karantina selama dua hari sejak 7 November kemarin.
Keluar sebagai pemenang utama, Fahmi Surya Nugraha dari Universitas Padjajaran disusul kemudian oleh Muhammad Rizal dari Universitas Sumatera Utara sebagai 1st Runner-Up, dan Giovanni Ritter Hosang dari Universitas Indonesia sebagai 2nd Runner-Up. Sebagai gelar tambahan, Irsyad Al Ghifari dari Institut Pertanian Bogor berhasil menerima The Most Favorite Finalist hasil pilihan para finalis lainnya.
"Sebagai bentuk apresiasi, pemenang juara satu dan dua berhak atas mentoring program dari CEO Nutrifood, Bapak Mardi Wu, selama minimal enam bulan ke depan untuk dapat memperdalam ilmu kepemimpinan langsung dari ahlinya," tambah Dian.
Lebih lanjut, dia menambahkan, sejak tahun 2015, karantina Nutrifood Leadership Award dikemas dalam konsep yang berbeda-beda, dimana tahun ini finalis berkesempatan untuk bertemu langsung dengan role model pemimpin masa kini yang telah berkontribusi secara nyata melalui aksinya, tidak hanya pemimpin dari organisasi korporat besar, namun juga pempimpin sebuah gerakan ataupun start-up, termasuk di dalamnya terdapat para alumni Nutrifood Leadership Award.
"Melalui NLA ini kami ingin menyumbangkan sesuatu untuk Indonesia. Bukan dengan pesta pora tapi kami ingin menyumbangkan sesuatu yang sangat sederhana yaitu dengan memberi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar kepemimpinan dan dapat memberikan dampak yang konsisten bagi masyarakat di sekelilingnya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian
-
Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan
-
Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG