Suara.com - Sejumlah restoran di Ibu Kota Provinsi Xinjiang di Urumqi, Cina diperintahkan menurunkan plakat halal sebagai bagian dari upaya pihak berwenang di daerah berpenduduk mayoritas muslim untuk menjaga kualitas makanan yang benar-benar terjamin kehalalannya. Pasalnya, ternyata ada yang tidak halal.
Perintah tersebut ditujukan kepada sejumlah restoran yang memasang plakat halal, namun makanan yang dijual tidak memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh Asosiasi Islam China (CIA). Demikian pernyataan otoritas setempat sebagaimana dikutip Global Times.
Pemasangan plakat halal di restoran di Urumqi harus mendapatkan persetujuan dari CIA. Bagi mereka yang tidak bisa menurunkannya, maka plakat itu cukup ditutup saja, perintah instansi setempat.
"Plakat halal dikeluarkan oleh Asosiasi dan setiap plakat terdapat nomor seri," kata seorang pejabat pemerintah Urumqi yang tidak bersedia menyebutkan namanya, seperti diwartakan Antara.
"Hanya restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Asosiasi yang boleh memasang plakat halal," sambungnya.
Pakar Marxisme di Chinese Academy of Social Sciences, Xi Wuyi, menganggap bahwa perintah itu ditujukan kepada mereka yang meremehkan hukum agama yang mereka anut terkait dengan kehidupan sehari-hari.
"Penghormatan pola makan kelompok etnis minoritas selama ini tidak berarti sesuai dengan faktor-faktor keagamaan dalam kehidupan sosial," demikian komentarnya yang diunggah di akun Sina Weibo.
Makanan halal harus bersih dan sesuai dengan ajaran di dalam Alquran dan hukum syariah. Demikian bunyi peryataan CIA.
"Untuk menjamin makanan halal tersebbut murni melindungi pelanggan muslim dari perundungan spiritual. Makanan halal palsu tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, melainkan juga membuat mereka mengalami trauma mental berkepanjangan," ungkap CIA di laman resminya.
Baca Juga: Samyang Green, Mie Samyang Halal di Indonesia
Para pemilik restoran muslim harus mengajukan permohonan sertifikasi halal dan dinyatakan lulus tes oleh asosiasi tersebut. Begitu laporan harian milik partai berkuasa di Cina itu.
Di daratan Tiongkok, terutama di wilayah perkotaan, baik kecil, sedang, maupun besar, bertebaran rumah makan yang menyediakan menu halal.
Di Kota Shanghai saja terdapat dua restoran makanan khas Nusantara, yakni Bali Bistro dan Bumbu, yang telah mendapatkan sertifikat halal dari CIA setempat.
Salah satu point agar restoran tersebut lulus tes CIA adalah bahan baku makanan yang diolah dan disajikan, seperti daging, berasal dari proses yang syar'i.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
-
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
-
Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir
-
3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh
-
Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong