Suara.com - Chateau de Chenonceau yang terletak di dekat desa kecil Chenonceaux di Prancis merupakan salah satu chateau atau kastil paling terkenal di lembah Loire. Kastil ini istimewa, karena dibangun di atas Sungai Cher yang pada hari-hari tertentu pemandangannya sangat indah dan tenang sehingga tampak seperti danau.
Keistimewaan lain kastil ini adalah bangunan ini didirikan, dipelihara, dilindungi dan diperjuangkan oleh perempuan-perempuan hebat dalam periode empat abad. Karena itu, Chateau de Chenonceau= dikenal sebagai "chateau perempuan."
Kastil ini dibangun pada awal abad ke-16 oleh Thomas Bohier, Chamberlain kepada Raja Charles VIII dari Prancis, yang membeli situs tersebut dan menghancurkannya dan sebuah pabrik berdiri di sana untuk memberi jalan bagi kastil tersebut.
Istri Thomas, Katherine Briconnet mengawasi sebagian besar konstruksi. Tapi setelah Thomas meninggal, kastil tersebut disita oleh Raja Francis I untuk membayar hutang yang belum terbayar. King Frances I meninggal tak lama setelah mengakuisisi Chateau de Chenonceau, jadi kastil tersebut diteruskan ke putranya, Henry II.
Henry II memberi hadiah kastil tersebut kepada gundiknya, Diane de Poitiers, yang menjadi sangat tertarik pada bangunan tersebut. Seorang perempuan dengan rasa dan kemewahan, dia menghiasi kastil, menambahkan kebun, dan membangun jembatan melintasi Sungai Cher.
Setelah Henry II terbunuh dalam kecelakaan yang tragis di tahun 1559, jandanya Catherine de 'Medici memanfaatkan kesempatan tersebut dan memaksa Diane keluar dari istana.
Catherine menghabiskan banyak uang untuk merenovasi dan memperluas Chateau de Chenonceau. Dia menambahkan galeri bertingkat dua bergaya Italia yang terkenal yang berada di puncak jembatan yang dibangun oleh Diane.
Pada kematian Catherine di tahun 1589, kastil ini jatuh ke tangan menantunya, Louise de Lorraine-Vaudemont, istri Raja Henry III. Ketika Henry III terbunuh pada tahun yang sama, Louise jatuh dalam keadaan depresi. Dalam kesedihannya, Lousie mengubah Chenonceau menjadi sebuah makam, melukis kamar tidurnya yang hitam dan dia berkeliaran di lorong-lorong dengan berpakaian berkabung.
Akhirnya, Louise meninggalkan istana untuk keponakannya, yang baru berumur enam tahun tapi sudah bertunangan dengan anak Henri IV dan gundiknya yang berusia empat tahun, dan Duke of Vendôme masa depan. Selama seratus tahun berikutnya, istana itu terbengkalai karena Bourbon tidak tertarik pada kastil ini.
Baca Juga: Tak Cuma Romantis, Prancis Punya Kota Mural yang Cantik
Pada 1733 perkebunan tersebut diakuisisi oleh seorang perwira kaya bernama Claude Dupin. Istrinya, Louise Dupin, mendirikan sebuah salon sastra di Chenonceau yang menarik pemikiran-pemikiran brilian di era tersebut seperti Voltaire, Montesquieu, dan Fontenelle, naturalis Buffon, dan penulis drama Marivaux.
Ketika Revolusi Prancis pecah dan perusuh mengancam untuk menghancurkan Chenonceau sebagai simbol kekayaan, Louise Dupin menyelamatkan kastil ini dengan mengingatkan musuh bahwa itu adalah satu-satunya jembatan untuk menyebrangi sungai bermil-mil.
Wanita terakhir yang menjejakan kakinya di kastil adalah Marguerite Pelouze, seorang ahli waris kaya, yang membeli kastil pada tahun 1864 dan mulai memulihkannya. Dia hampir sepenuhnya memperbarui interior dan menyingkirkan beberapa tambahan yang dibuat Catherine de 'Medici.
Sayangnya, Marguerite menghamburkan banyak uang untuk merenovasi kastil dan gaya hidupnya yang mewah sehingga dia bangkrut dan harus menjual kastil ini. Pemilik kastil saat ini adalah Henri Menier, dia memperolehnya pada tahun 1913 dan masih memilikinya sampai hari ini.
Saat Anda memasuki kastil ini, Anda akan menemukan berbagai sejarah di atas di dalam kastil. Seperti melihat kamar tidur Diane de Poitiers, Lukisan wajah Catherine de 'Medici. Di atas perapian, hingga benda-benda peninggalan bersejarah, seperti dua permadani Flanders abad ke-16.
Adapula ruangan bernama "The Green Study" tempat Catherine de 'Medici memerintah Prancis, saat dia menjadi bupati selepas meninggalnya Henri II. Serta ruang menggambar Francois I dengan perapian Renaissance yang indah.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Prancis, kunjungilah kastil megah dan cantik ini! (Amusingplanet)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Dapur Baiknya Menghadap ke Mana Menurut Feng Shui? Ketahui agar Selalu Banjir Keberuntungan
-
5 Tips di Pagi Hari yang Datangkan Rezeki dan Hoki Melimpah Menurut Feng Shui
-
5 Shio yang Paling Hoki Hari Ini 24 Juni 2026, Hidup Makin Makmur
-
Ramalan Zodiak 24 Juni 2026, Cek Peruntungan Karier dan Asmara Scorpio hingga Aries
-
4 Shio Ini Diprediksi Hidupnya Jauh Lebih Mudah dan Bebas Stres Mulai 24 Juni 2026
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang