Suara.com - Penny Sulvian, bukan nama sebenarnya, telah berjuang mengobati bipolar yang diidapnya selama beberapa dekade. Gangguan mental ini dimanifestasikan Penny dalam berbagai cara, seperti menarik rambutnya keluar layaknya anak kecil, mengidap anoreksia dan bulimia saat SMA, dan sering gelisah.
Selain meresepkan obat-obatan, dokter Penny juga mengimbau dia melepaskan ketergantungan pada alkohol dan rajin berolahraga. Namun, belakangan sang dokter juga meresepkan dirinya melakukan hubungan seks secara rutin.
Penny pun terkejut, karena resep dokter kali ini tidak biasa. Namun, kata dokter, seks secara rutin dapat membantu menstabilkan suasana hati.
"Dokter mengatakan, kami tidak harus melakukan hubungan intim, hanya dengan menyentuh, memeluk atau hanya saling terhubung satu sama lain dapat bermakna bagi suasana hati saya," ujar Penny.
Meski masih menggunakan obat untuk menjaga kesehatan mentalnya, Penny mengaku, hidupnya telah berubah drastis sejak diresepkan dokter untuk lebih rutin berhubungan seks.
"Ya, obat-obatan itu pastinya merupakan bagian yang harus tetap dijalani, tapi ini adalah dukungan tambahan dan pasangan saya telah sangat membantu membuat saya mencintai diri sendiri dengan kondisi ini," ungkap Penny.
Secara biologis, tidak heran seks dapat memperbaiki kondisi yang dialami seseorang. Menurut ahli seksologi, Isiah McKimmie, seks membantu tubuh melepaskan berbagai hormon yang membuat kita rileks, dan membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres.
"Seks mengangkat mood kita melalui pelepasan hormon endorfin dan meningkatkan oksitosin (hormon cinta dan ikatan) dan serotonin (hormon kebahagiaan). Ini membantu kita mengalami perasaan cinta, koneksi dan kebahagiaan," imbuh McKimmie.
Selain itu, kata dia, air mani mengandung senyawa anti-depresan. Perempuan yang melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan terbukti memiliki mood yang lebih baik dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seks dengan kondom.
Baca Juga: Remaja Tak Lindungi Diri Saat Seks Oral, Ini Buktinya
Pada tingkat fisik, seks secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
"Saya pikir kita perlu memperhatikan bahwa seks memiliki peranan untuk menjaga kesehatan kita secara fisik dan mental. Jadi jangan remehkan seks teratur untuk membuat diri Anda lebih sehat," tandas McKimmie. (NyPost)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi