Suara.com - Mencapai orgasme secara teratur merupakan hal yang membahagiakan bagi banyak orang. Meski bukan sebagai tujuan seks, mencapai orgasme sama seperti bonus tambahan.
Sayangnya, ini tidak bisa dirasakan oleh semua orang. Mencapai orgasme bagi orang dengan Persistant Genital Arousal Disorder (PGAD) atau gangguan gairah genital persisten, adalah mimpi buruk yang seakan tidak pernah berakhir.
Sebuah laporan mendefinisikan PGAD sebagai sensasi 'gigitan' genital yang terus-menerus, hal yang dianggap tidak diinginkan dan menyebabkan pasien setidaknya mengalami tekanan. Mereka akan mengalami orgasme meski tidak ada rangsangan seksual atau emosi.
Orang-orang dengan PGAD sering merasa malu dengan kondisi berbeda mereka. Hal ini diperburuk oleh asumsi atau diagnosis yang salah dari banyak profesional kesehatan, bahwa mereka yang menderita PGAD adalah pecandu seks atau memiliki hiperseksualitas.
Jadi apa yang sebenarnya membedakannya dari hiperseksualitas? Penting, bahwa PGAD tidak bisa terbebas dari orgasme dan mereka bisa berlanjut merasakannya selama berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Dr. David Goldmeier, spesialis pengobatan seksual di Rumah Sakit St Mary di London yang mengkhususkan diri pada perempuan dengan PGAD, mengatakan bahwa kecanduan seks atau hypomania adalah masalah yang benar-benar terpisah.
"Kecanduan seksual adalah tingkat keinginan atas seks yang tinggi. Sementara PGAD adalah kelainan yang nyata. Jika Anda merasa sakit di bagian sana, sakit seperti apakah Anda pertanyakan? Jika seseorang mengatakan dia mengalami sakit GP di suatu tempat, apakah Anda akan mengatakan itu adalah gangguan nyata?" ujar Goldmeier.
Ini bukanlah kondisi yang umum. Dr. Goldmeier mengatakan, unitnya hanya menemukan satu kasus di antara 100 anak muda. Namun, penyebabnya masih belum benar-benar diketahui.
"Ada kerusakan halus pada saraf pudendal (yang membawa sensasi pada alat kelamin Anda) dan mengapa hal itu terjadi tidak diketahui secara pasti. Seringkali, kita tidak dapat menentukannya. Karena itu berasal dari daerah genital, otak menganggapnya sebagai gairah genital," ujarnya.
Baca Juga: Orgasme, Lelaki Ini Buta Mendadak
Tidak mengherankan, orang menganggapnya lucu atau merepotkan. Tapi Dr. Goldmeier mengatakan bahwa kondisi ini samgat mempengaruhi kehidupan penderita dengan berbagai cara.
"Mereka mungkin orgasme secara spontan sehingga jelas sangat menyedihkan. Ini adalah rangsangan seksual yang tidak terlarang. Tapi Anda bisa membayangkan jika Anda mengalami sakit yang buruk yang terus menerus terjadi, ini akan menjadi sangat menjengkelkan. Mereka sangat cemas, depresi dan beberapa perempuan bahkan telah melakukan bunuh diri karena kondisinya terus berlanjut," tandasnya.
Dr. Goldmeier mengungkapkan, kebanyakan dari mereka sama sekali tidak menginginkan kehidupan seks. Mereka ingin keinginan dan kehidupan seks mereka justru dimatikan. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Gampang Didapat di Toko Terdekat
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
-
Apa Penyebab Jerawat di Dagu? Ini 4 Rekomendasi Acne Spot Treatment Terbaik
-
Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026
-
Unik! Maskapai Singapura Gandeng Seniman RI, Bikin Aksesori Travel Terinspirasi Sambal
-
Apakah Irwan Mussry Pernah Menikah Sebelum bersama Maia Estianty?
-
Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit
-
5 Rekomendasi Body Lotion SPF di Indomaret, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
Urutan Skincare Malam Hari Jika Pakai Produk Retinol agar Kulit Tidak Iritasi