Suara.com - Di taman atau rumah bahkan di pusat perbelanjaan, selalu ada anak-anak yang tampak kesulitan lepas dari gadget miliknya.
Bukan tanpa akibat, penggunaan gadget berlebihan sudah terbukti memiliki dampak kesehatan dan sosial. Ini dikarenakan, anak menjadi kurang gerak, dan minim interaksi dengan lingkungan secara langsung.
Melihat kekhawatiran tersebut, sebuah komunitas bermain untuk anak dibentuk. Komunitas ini diinisiasi oleh enam pemuda dari Yogyakarta. Mereka dulunya kuliah di universitas berbeda, lalu mengikuti program pertukaran pelajar di Amerika Serikat.
Di situlah keenam anak muda yang terdiri dari Bernando Sudjibto, Yuniar Wahyuti, Chandri Sukma Negara, Nindya Kusuma, Hanif Ibaddurahman dan Sitirahma Desmarleni ini bertemu. Mereka yang ternyata mempunyai kepedulian yang sama soal anak-anak akhirnya mendirikan Komunitas PlayPlus.
Komunitas ini, kata Desmarleni, berdiri setelah ia bersama teman-temannya memenangkan kompetisi proyek sosial yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia pada 2013.
"Ini semua berawal dari keprihatinan pengaruh games dan internet kepada anak-anak, yang membuat generasi kita kekurangan ruang untuk bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya," kata Desmarleni yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Komunitas PlayPlus Indonesia kepada Suara.com lewat pesan elektronik.
Beberapa kegiatan yang mereka lakukan di antaranya Workshop Permainan Anak, Festival Bermain, serta pembuatan buku ensiklopedia bermain anak dan video di enam kota di Indonesia. Selain itu, komunitas ini juga telah mendistribusikan 1000 buku ensiklopedia yang mereka buat ke TK, PAUD, SD, beberapa komunitas dan perpustakaan umum.
"Dalam berbagai kegiatan Komunitas PlayPlus telah berhasil melakukan kerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Dinas Pariwisata Aceh pada 2013, Pemerintah Kota Pare-pare pada 2013, puluhan TK, Paud, SD dan komunitas di beberapa regional Playplus seperti Aceh, Jogja, Banjarmasin, Lombok, Maluku, Parepare, dan Jakarta pada 2013 hingga 2017," terang Dismarleni merinci
Dalam merekrut anggota, Komunitas PlayPlus Indonesia mengaku sangat mengedepankan semangat kesukarelawanan dalam setiap kegiatan-kegiatannya. "Sejak awal terbentuk, PlayPlus Indonesia telah melibatkan lebih dari 200 orang sukarelawan, dalam berbagai rangkaian kegiatan Komuniats PlayPlus di tujuh kota di Indonesia."
Beberapa agenda berkala yang mulai dilakukan oleh komunitas ini diantaranya adalah Volunteer Engagements atau program bersama anggota dan sukarelawan dari Komunitas PlayPlus.
Selain itu ada juga kegiatan Festival Bermain Anak. Program ini, kata Desmarleni, bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkannya kepada anak-anak jaman sekarang.
"Program ini dilaksanakan setiap tahun, seperti yang terakhir kami lakukan pada 9 September 2017 berlokasi di Aula Ki Hadjar Dewantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berhasil mengajak 800 orang untuk datang dan bermain bersama," terangnya.
Selain itu ada juga kegiatan Playplus Gathering. Namun progam ini, kata Desmarleni, sifatnya tidak tetap. "Kegiatan ini sebagai capacity building sekaligus ajang kumpul-kumpul sukarelawan Komunitas Playplus yang dikemas dalam bentuk aktivitas rekreasi. Sehingga dapat membangun keakraban dan kebersamaan satu sama lain," paparnya panjang lebar.
Dengan adanya komunitas ini, diharapkan dapat mengampanyekan pentingnya pelestarian permainan tradisional anak anak. Komunitas Playplus juga meyakini bahwa nilai filosofi dan edukasi yang ada di balik permainan tradisional ini juga dapat membantu tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak Indonesia.
"Permainan tradisional anak Indonesia juga merupakan suatu warisan budaya yang harus diturunkan kepada generasi penerus. Kami ingin berkontribusi agar warisan budaya ini tidak punah," tambahnya.
Bila Anda tertarik untuk bergabung, Komunitas PlayPlus Indonesia membuka kesempatan untuk menjadi relawan. Desmarleni menjelaskan, para relawan bisa mengikuti berbagai kegiatan bulanan maupun tahunan.
"Biasanya kami punya kegiatan festival yang diadakan setiap tahunnya. Untuk bergabung bisa menghubungi kami di alamat email playplusina@gmail.com," tutup Desmarleni.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus
-
6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta
-
Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah
-
Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?