Suara.com - Sebuah permen berbentuk bohlam dengan diameter 6 cm, tengah digandrungi oleh masyarakat Cina.
Tren ini dimulai sejak sinetron bertajuk Emergency Medicine Specialist, yang menampilkan satu episode di mana seorang lelaki harus dirawat dengan kondisi bohlam berada di dalam mulut. Diceritakan dalam skenario, lelaki tersebut penasaran dengan rasa bohlam dan mencoba memakannya.
Dari situ kemudian muncul ide membuat hadiah unik berupa permen berbentuk bola lampu dan dijual secara online. Tak disangka, permen bohlam menjadi populer dan banyak dipesan olah kalangan muda-mudi Cina.
Salah seorang pedagang permen bohlam yang menjajakan produknya lewat marketplace, Taobao mengatakan telah menerima 1.026 pesanan dalam sebulan. Permen tersebut memiliki berat 200 gram yang dijual 39 Yuan atau lebih dari Rp80 ribu.
Meski populer, bukan berarti permen bohlam tidak menimbulkan kontroversi. Seorang selebriti dunia maya asal Cina, Xu Fanchi bahkan mengunggah sebuah video dimana ia kesulitan mengeluarkan permen tersebut dari mulut. Setelah lima menit dan meleleh, permen karamel baru bisa lepas dari mulutnya.
Masalah tersendak juga jadi perhatian khusus seorang dokter dari Rumah Sakit Persahabatan Cina-Jepang di Beijing, Bi Qingyun. Menurutnya permen tersebut dapat menyebabkan lebih banyak risiko kesehatan dari yang dibayangkan.
"Jika permen tetap berada di dalam mulut lebih dari satu jam, sendi rahang bawah bisa terkilir. Lidah juga bisa membengkak, karena tekanan jangka panjang. Itu bisa menyebabkan tersedak dan berakibat fatal," kata Bi seperti kutip dari AsiaOne.
Bi menyarankan agar masyarakat tidak memasukkan permen sekaligus ke dalam mulut. "Jangan mengambil risiko karena rasa ingin tahu," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik