Suara.com - Bagi beberapa orang, tidur dengan anjing atau kucing peliharaan merupakan kebiasaan yang sering dilakukan. Mereka tidak khawatir tertular penyakit dari hewan peliharaan, karena meyakini telah merawatnya dengan baik.
Namun, Direktur Microbiome Center di University of Chicago, Dr. Jack Gilbert mengatakan bahwa berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan seperti anjing bisa berisiko bagi beberapa orang terutama yang mengidap alergi.
"Sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi berlebihan terhadap alergen dan tempat tidur menjadi pusat berkumpulnya alergen. Jika Anda memutuskan tidur dengan anjing maka Anda akan menghirup partikel berbahaya itu delapan jam setiap hari dan berdampak nyata pada sistem imun Anda," ungkap Gilbert.
Studi lain di Korea menemukan, tikus yang terpapar alergen dalam waktu lama menunjukkan tingkat inflamasi berbahaya yang cukup tinggi. Karena itu, Gilbert mengatakan, sebaiknya Anda tidak tidur dengan hewan peliharaan jika memiliki alergi.
Selain risiko alergi, Gilbert juga mengungkap risiko lain jika Anda memilih berbagi ranjang dengan hewan peliharaan. Anjing kata dia, memiliki pola tidur yang sering membalikkan badannya pada malam hari. Dikhawatirkan hal ini membuat Anda tertindih oleh tubuh hewan peliharaan.
Namun sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Mayo Clinic Proceedings menyatakan bahwa tidur dengan hewan peliharaan juga mendatangkan manfaat tidur lebih nyenyak. Hewan peliharaan disebut-sebut memiliki efek positif dalam menghilangkan stres sehingga mempengaruhi kualitas tidur sang pemilik.
"Interaksi dengan hewan peliharaan menyebabkan otak Anda melepaskan oksitosin, hormon "merasa baik". Semakin besar ikatannya, semakin kuat efeknya," tulis sebuah penelitian.
Tapi bagaimana dengan peluang kuman yang ada pada anjing? Anjing memang meningkatkan jumlah bakteri di rumah Anda, namun menurut para periset di University of Colorado tidak semua bakteri itu buruk.
Mereka mengatakan, terpapar banyak jenis bakteri dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang pada gilirannya dapat membantu Anda menangkis penyakit, dan bahkan membantu mempertahankan berat badan dan suasana hati yang baik.
Baca Juga: Hewan Peliharaan Mati, Jantung Perempuan Ini Rusak , Kok Bisa?
"Penelitian yang saya lakukan menemukan fakta bahwa anak-anak yang tumbuh di sekitar hewan peliharaan memiliki tingkat penyakit autoimun yang lebih rendah dibandingkan yang tidak memilikinya," tutup Gilbert. (Menshealth)
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026